“Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts.” – Winston Churchill 

Kesuksesan diraih bukan tanpa daya upaya. Hidup memiliki perjalanan, dan cara menjalaninya membutuhkan proses. Begitupula dengan menjemput kesuksesan yang Anda inginkan, membutuhkan cara menjalaninya. Memasuki dunia kerja maupun dunia usaha berarti Anda telah memulai langkah menuju kesuksesan Anda. Bekal apa yang harus dipersiapkan?

Manajemen Keuangan

Mengatur Keuangan Anda

Ini yang sering terabaikan bagi para pemula. Ketika menghasilkan pendapatannya sendiri, kecenderungan menghambur-hamburkannya jauh lebih besar ketimbang menabung. Hindarilah eforianya dan mulailah menabung. Targetkan persentasi yang harus ditabung dari hasil pendapatan, serta buat tujuan penggunaan dari hasil menabung tersebut. Orang yang suka menabung cenderung punya dorongan kuat terhadap masa depannya yang gemilang.

Buat Rasa Hormat

Rasa Hormat

Mendongkrak karir butuh kehati-hatian. Bahkan kewaspadaan yang lebih. Karena Anda tidak sendiri untuk mencapainya. Buat nilai-nilai kebaikan dengan tujuan mengangkat kehormatan Anda. Karena kehormatan akan membuat Anda disegani dan diperhitungkan. Berikan pencapaian terbaik dengan prestasi sebaik mungkin sebagai bentuk membangun kehormatan diri dan dihormati pihak lain.

Beri Ikatan Batin

shutterstock_283186703

Lakukan apa yang orang lain lakukan sebagaimana mereka akan memperlakukan Anda. Contohnya adalah membuat produk. Bagaimana produk tersebut dapat memberikan manfaat bagi penggunanya. Anda sebagai pembuat produk harus berpikir kontradiktif bahwa produk yang dibuat bukan untuk sekedar hasil karya pribadi, tetapi memberikan manfaat lebih bagi orang lain yang menggunakannya. Pertalian ini akan menghasilkan ikatan batin antara produsen dengan konsumen. Dalam perusahaan Anda bekerja, lakukan terbaik apa yang mereka minta. Semakin Anda dipercaya menyelesaikannya, semakin besar ikatan batin tersebut.

Hargai Diri Sendiri

shutterstock_269752733

Ini tidak sekedar Anda meminta salary dari tempat perusahaan Anda bekerja, tetapi lebih dari menghargai salary yang Anda terima. Banyak orang terjebak menjadi tertekan dalam pekerjaannya dikarenakan dirinya merasa beban pekerjaan yang ditimpakannya tidak sepadan dengan salary yang didapatnya. Padahal jika Anda bekerja lebih dari salary yang dibayarkan, akan ada salary lebih besar menanti yang akan membayar kelak peningkatan pengetahuan dan kualitas kerja Anda.    

Bijak Bersekutu Dengan Hutang

shutterstock_235460797

Berhutang mungkin menjadi bagian dari solusi bisnis, tetapi bukan untuk solusi pribadi. Membebaskan diri dari hutang akan jauh mengurangi tekanan hidup. Tetapi jika Anda harus melakukannya juga, lakukan secara bijak sebagaimana hutang dalam bisnis. Anda harus memikirkan alokasi pembayaran hutang dari pendapatan yang didapat. Misalkan saja, menyisihkan sekian persen pendapatan Anda untuk pembayaran atau pembalikan hutang tersebut. Jika tak terhindarkan, bangun trust dengan bertanggungjawab terhadap pembayaran hutang Anda.   

Jagalah Kesehatan

shutterstock_144074149

Ini paling penting. Sejauh manapun Anda mengejar karir, setinggi apapun Anda mengejar jabatan, jangan abaikan kesehatan. Pergunakan sebaik mungkin waktu istirahat Anda, hematkan tenaga Anda sebisa mungkin. Tiap jenjang punya produktifitas yang berbeda-beda. Salurkan energi tersebut dan pelihara waktu dan kebiasaan sehat Anda. Kekayaan dan kesuksesan akan nyaman dinikmati ketika Anda sehat, bukan dalam keadaan sakit.

Hindari Keinginan Yang Belum Bisa Anda Jangkau

shutterstock_218789977

Ini caranya menjaga hati dan kontrol diri. Sifat iri menjebak Anda pada kemampuan di luar batas kemampuan. Ujung-ujungnya Anda menjadi orang yang tak lekas puas, karena selalu menginginkan yang belum dapat Anda jangkau saat ini. Banyak peristiwa kejatuhan dari kesuksesan akibat hal ini. Maka bersikap bijaklah pada kemampuan yang Anda miliki. Tempatkan fokus diri sebagai prioritas, rancang tahapan demi tahapan sebaik mungkin. Buat skala kesuksesan berdasarkan tahapan-tahapan tersebut. Perlahan tapi pasti, cepat atau lambat, Anda pun akan bisa mendapatkannya.

Hiduplah Bersahaja

shutterstock_210499357

Janganlah menjadikan orang lain sebagai alat keputusan atas pengeluaran Anda. Jadikanlah mereka sebagai motivasi atas keinginan Anda. Misalkan mereka memiliki mobil premium, maka motivasikan diri Anda kelak bisa memilikinya. Bersaing dalam kehidupan sah saja dilakukan, tetapi memenuhi keinginan di luar kemampuan akan menjebak Anda dalam hidup penuh pamer dan hutang. Hidup bersahaja adalah ketika Anda mampu mengatakan dan bertindak apa yang Anda dapatkan saat ini cukup dan mampu mensyukurinya.

Bersabarlah

shutterstock_175645946

Anda dilahirkan melalui fase kandungan ibu selama sembilan bulan. Selama sembilan bulan itu pula orangtua Anda berharap lekas-lekas melihat diri Anda terlahir, tetapi harus bersabar dengan prosesnya. Begitu pula dengan kesuksesan. Anda berharap lekas sukses tetapi harus melalui proses-proses pengembangan diri Anda. Kembangkan diri Anda selama proses berlangsung, kesuksesan merupakan hadiah dari upaya Anda tersebut.

Bermurah Hatilah!

shutterstock_307119680

Jika Anda memiliki bibit tanaman banyak dan menanamnya di pekarangan sempit milik sendiri, maka tetap panen yang dihasilkannya sejumlah areal tersebut. Tetapi jika Anda membagi bibit tersebut kepada tetangga untuk mengisi pekarangannya dan mengajak menanam bersama, maka Anda telah berinvestasi kebaikan. Sedikit orang yang menyembunyikan panen dari bibit yang Anda berikan dan banyak orang menawarkan pada diri Anda panen yang mereka dapatkan dari bibit yang Anda berikan. Berbuat kebaikan adalah investasi Anda dunia dan akhirat.          

-Inug Gadabima