Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, dan Jepang memiliki hari untuk memperingati belanja online yang disebut sebagai Cyber Monday untuk menarik konsumen berbelanja online. Diilhami dari perayaan Black Friday, yakni pesta potongan harga besar-besaran yang dilakukan sehari setelah Thanksgiving Day, para penjual menjual barang-barangnya bak cuci gudang. Tujuannya agar mengubah pembukuan neraca yang berwarna merah (rugi) menjadi hitam (untung).

Di Indonesia, dikenal dengan istilah Hari Belanja Online Nasional atau disingkat Harbolnas. Awalnya ditandai oleh kegiatan situs belanja online Lazada yang memberikan promo spesial dan diskon besar-besaran pada 12 Desember 2012 silam. Beberapa situs belanja online lainnya seperti Zalora Indonesia, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Luxola, dan e-commerce lainnya pun turut bergabung memeriahkan perayaan hari belanja online tersebut.

Tujuan dari peringatan Harbonal adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang kemudahan belanja online aman dan nyaman kapan saja dimana saja. Selain itu pula ditujukan untuk kampanye memajukan industri e-commerce di Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan pengguna internet cukup tinggi, mencapai 63 juta pengguna.

Tahun 2013, kampanye Harbolnas telah melibatkan lebih dari 22 bisnis e-commerce dan berlanjut di 2014 dengan 78 bisnis e-commerce yang bergabung dan berpartisipasi. Tahun 2015, lebih dari 130 bisnis e-commerce akan berpartisipasi terlibat dalam perayaan.

Era digital dan pertumbuhan internet yang masif membuat bisnis e-commerce berkembang pesat. Dari data Internet World Statistic menjelaskan data pengguna internet di kawasan Asia quarter kedua tahun 2015 berkisar 47,8% dari pengguna di seluruh dunia. Untuk Indonesia, data pengguna internet di quarter kedua 2015 tercatat 78 juta pengguna, 30,5 persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 255.993.674 jiwa.

Perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia semakin meningkat dalam lima tahun terakhir dan diprediksi pada tahun 2016 ini akan meningkat tiga kali lipat menjadi 25 miliar dolar AS atau setara Rp295 triliun.

Presiden Direktur Paramount Land, Ervan Adi Nugroho, juga mengatakan potensi tersebut dibarengi dengan jumlah pengguna internet yang mencapai 82 juta orang atau sekitar 30 persen dari total penduduk di Indonesia. Melihat dari data ini, dapat dipastikan bahwa potensi pasar E-commerce di Indonesia sangatlah besar.

Tertarik terjun ke dunia E-commerce?

-Inug Gadabima