Intelligence Without Ambition Is A Bird Without Wings – Salvador Dali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ambisi adalah keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi atau memperoleh atau mencapai sesuatu atau melakukan sesuatu. Sedangkan berambisi adalah berkeinginan keras mencapai sesuatu (cita-cita dan sebagainya), atau mempunyai ambisi. Ambisius juga memiliki makna yang sama dengan berambisi, yakni berkeinginan keras mencapai sesuatu (harapan, cita-cita), atau penuh ambisi.

Dunia tanpa ambisi tidak akan ada perubahan. Meski kata ambisi selalu dikaitkan dengan sifat serakah para penguasa yang haus perang, atau orang-orang yang ingin mengubah dunia sebagai wilayah kekuasaannya dan kekuatannya, oleh para penemu, ambisi menghasilkan hasil-hasil penemuan yang mendukung kehidupan manusia dari masa ke masa.

Tanpa ambisi tak ada dorongan kuat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Tanpa dorongan, tak ada langkah atau tindakan konkrit yang dilakukan. Untuk mengontrol ambisi yang berlebihan dalam diri kita adalah superego. Ketika ambisi terkait dengan realitas, superego menghambatnya dengan moralitas. Jika keduanya dihidupkan, maka akan menghasilkan tujuan yang positif.

Bedakan Ambisi Dengan Ambisius

Ambisi yang menjadi ambisius, diidentikkan dengan semangat memburu tujuan sekeras mungkin dan bahkan dilakukan berbagai cara. Saking kerasnya mendapatkan perolehan, ia mengorbankan waktu untuk dirinya demi tujuan yang hendak dicapainya. Seorang ambisius menikmati kehidupan serius dengan tujuan-tujuannya. Sedangkan seorang yang ambisi membangun tujuan dengan skala prioritas tanpa harus mengorbankan kehidupan pribadinya. Keduanya semirip namun tak sama. Kesamaannya, keduanya mampu membangun dan menghidupkan potensi diri yang tersimpan.

Ambisi Menemukan Eksplorasi Bakat Anda

Perbendaharaan politik yang terbatas serta golongan elit konservatif dan pengusaha yang membangun sistem kelas sosial di masyarakat Inggris, membuat The Beatles tampil apa-adanya. Mereka berjuang keras membangun trend musik yang berseberangan dengan iklim ekonomi saat itu. Bekerja keras siang malam, manggung di berbagai tempat, hingga akhirnya beberapa lagunya mulai hits. Kemudian seluruh lagunya hits pula. John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr berada di pucuk kejayaan dengan kebiasaan kerja di masa-masa mendaki. Ungkapannya menjadi kaidah, tindakannya menjadi revolusi, The Beatles mampu menjadi pioneer dari kaum grassroot yang terabaikan. Dunia dikejutkan dengan popularitas mereka. The Beatles melahirkan minat band-band lain masuk ke industri musik seperti Rolling Stones, The Who, Grateful Dead dan The Doors.

Hidup Apa Adanya Untuk Mencari Ada Apanya

Perubahan dunia via internet telah menghidupkan kebiasaan baru yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Jika pencarian data sebelumnya melalui perpustakaan atau toko-toko buku, kini dengan mudahnya orang mengetik apa yang dicarinya dalam kotak engine search yang disediakan Google. Larry Page dan Sergey Brin tak pernah menyangka apa yang dihasilkannya berfaedah bagi banyak orang. Ketika Alta Vista, Yahoo, dan sederet engine search site berdiri, google belum mendapatkan pengaruh cukup kuat. Kemudian keduanya melengkapi dengan jumlah pencarian sebanyak-banyaknya berdasarkan kebutuhan general. Kini google menjadi mesin pencarian nomor satu di dunia dan memiliki fitur-firur canggih lainnya serta tersedia dalam beberapa bahasa di dunia.

Berambisi Membentuk Intelektualitas Sempurna

Pertemuannya dengan Ascanio Sobrero, penemu nitrogliserin, senyawa kimia berupa cairan peledak berat, tak berwarna, beracun, berminyak, hasil kombinasi gliserol dan asam nitrat serta asam sulfur, membuatnya tertarik mempelajari kimia bahan peledak tersebut. Ia melihat bahan peledak tersebut punya manfaat besar bagi industri pertambangan. Nahas, penelitian terhadap bahan peledak tersebut menewaskan adiknya dan sejumlah orang di pabriknya di Swedia. Kemudian dicarikan cara agar bahan peledak tersebut aman digunakan.

Tahun 1867 nitrogliserin dibuat dalam bentuk pasta dan diberi nama dynamite. Temuan tersebut bermanfaat bagi pekerjaan tambang untuk membuat lubang serta membelah bukit. Tetapi penggunaan dynamite akhirnya diterapkan pada pertempuran. Sebuah kesalahan obituari di media massa yang seharusnya menulis adiknya yang wafat tetapi justru dirinya yang dianggap wafat, membuat headline-headline justru dipenuhi sukacita. Bahkan salah-satu koran Perancis menuliskan, “Le marchand de la mort est mort,” yang artinya saudagar kematian itu telah tiada. Alfred Nobel terpukul dengan hal tersebut dan kemudian sadar tak ingin hidupnya dikenang sebagai orang pembawa malapetaka. Ia mendedikasikan seluruh hartanya untuk kepentingan sosial dan penghargaan bagi orang-orang yang berjasa bagi dunia dan kemanusiaan. Kini dedikasinya tersebut disebut dengan hadiah Nobel.

Setiap Orang Istimewa

Kemampuan menumbuhkan atau bahkan meluruhkan ambisi di dalam diri, ditentukan oleh keistimewaan orang tersebut. Apakah ia ingin memiliki ambisi dan menumbuhkan dirinya sebagai semangat, atau membenamkan ambisi namun dirinya tak memiliki motif besar apapun yang ia tuju. Kecerdasan seseorang dapat dilihat dari cara bertindaknya. Ambisi membutuhkan tindakan. Semakin banyak bertindak, maka kecerdasan lain akan lahir. Tentunya keistimewaan lain dari seorang manusia adalah kemampuan mengontrol dirinya.

 

The Beatles menjadi istimewa karena revolusi musik yang diusungnya saat iklim politik Inggris yang berjarak dengan rakyatnya. Larry Page dan Sergey Brin membangun google dengan mencermati kebutuhan plurar masyarakat dunia. Dan Alfred Nobel disadarkan akan penemuan yang harusnya bermanfaat bagi kepentingan umat manusia.

Dan keistimewaan apa yang Anda miliki? Temukanlah dan bangun ambisinya!

-Inug Gadabima