Berdasarkan riset The Journal of Financial Therapy, sikap-sikap ini biasanya dilakukan tanpa sadar dan bisa terjadi karena sudah menjadi kebiasaan sejak kecil. Beberapa kebiasaan tersebut kami rangkum di bawah ini.

1.Uang=Masalah.

UangMasalahBagi sebagian kalangan, masih ada yang percaya bahwa uang itu memberikan pengaruh buruk. Atau Anda tidak pantas untuk memiliki uang. Orang-orang yang memiliki Perilaku seperti ini, uang dapat menimbulkan rasa takut atau bahkan jijik. Orang yang berpendapatan rendah, berusia muda atau individu yang hidup sendiri biasanya yang mempertahankan sikap seperti ini.

 

2.Pemuja uang.

moneyloversSebaliknya dari sikap pertama. Kalangan yang percaya bahwa bertambahnya pendapatan atau rezeki nomplok akan menyelesaikan segala masalah. Orang dengan sikap ini biasanya justru akan terlibat dalam masalah utang. Menurut riset, di AS, masalah memuja uang biasanya hadir di kalangan anak-anak yang lahir di zaman modern. Saat para orangtua berusaha keras melakukan penghematan luar biasa akibat resesi ekonomi, reaksi anak-anak bisa menerimanya atau justru melakukan pembangkangan.

 

3.Uangku, statusku.

moneystatusKalangan yang percaya bahwa uang adalah simbol status sosial ini biasanya hinggap di kalangan muda, lajang, miskin dan berpendidikan minim.

 

4. Uang dan Waspada.

moneyhoardersKalangan yang kerap menyembunyikan uangnya dan kekhawatiran yang berlebihan saat menghabiskannya. Walaupun yang bersikap seperti ini adalah orang-orang yang sudah mapan, mereka justru tidak “mengizinkan” dirinya untuk menikmati kelebihan uang yang dimiliki. Tak heran jika ada berita tentang orang yang menimbung uangnya

-Raditya Nugroho