Motor muscle dan knalpot yang mengeluarkan suara menggelegar biasanya menjadi pilihan pria karena terkesan gagah. Namun bukan berarti scooter bukan pilihan para gentleman. Apalagi dengan bentuknya yang sangat berkarakter nan elegan. Di Indonesia sendiri circa tahun 1970-an hingga akhir tahun 1980-an, scooter menjadi sebuah kendaraan wajib bagi para pemuda perlente. Lalu bagaimana scooter punya hubungan kuat dengan lelaki? Ini fakta sejarahnya!

1. Sepeda Motor Produk Massal Pertama Di DuniaManuvr-Skuter-1

Tidak jauh berbeda dengan evolusi motor pada awalnya, scooter dirancang pertama kali dalam bentuk sepeda motor. Hildebrand dan Wolfmuller, duo asal negara Jerman yang memunculkan trend berkendaraan scooter sejak 1894. Saat itu kecepatan maksimum yang bisa dicapai sepeda motor Hildebrand and Wolfmuller hanya 40 km / jam(25 mph). Kendaraan roda dua ini diproduksi antara tahun 1894 hingga 1897 dengan jumlah 2.000 unit. Hildebrand and Wolfmuller tidak berkembang lama karena kerumitan dari desainnya.

2. Cikal bakal skuterManuvr-Skuter-min

Tahun 1902, pabrikan Perancis, Auto-Fauteuil memproduksi cikal bakal skuter. Berbeda dengan skuter masa kini, scooter Auto-Fauteuil menggerakkan roda belakang dengan sistem rantai, seperti layaknya sepeda motor biasa. Ciri khasnya adalah jok pengendara mengadopsi model kursi (rumah) dengan sandaran tangan dan punggung.

3. Kendaraan Perangwarscooter

Di tahun 1930-an, Salsbury and Cushman, produsen scooter tandingan Hildebrand and Wolfmuller mendapatkan order produksi scooter buatan mereka untuk kepentingan militer. Tujuan militer menggunakan scooter adalah sebagai kendaraan cepat dan murah untuk menghubungkan komunikasi antar wilayah konstelasi militer di Eropa.

4. Kendaraan Massaljadul

Usai perang dunia ke-2, dua orang asal Italia, Piaggio dan Lambretta mengembangkan scooter tidak lagi untuk kebutuhan militer melainkan kendaraan massal yang dapat dimiliki siapapun. Piaggio yang selama perang dunia ke-2 memproduksi pesawat tempur dan penumpang buatan Italia, terangsang untuk mengembangkan scooter bercita rasa klasik. Tahun 1946, Enrico Piaggio membuat scooter dan dideklarasikan sebagai Sembra Una Vespa atau kendaraan berwujud Tawon.

Beberapa bulan setelah Vespa, pabrikan innocent di Italia memperkenalkan pada publik scooter Lambretta. Tahun 1947, Lambretta diperkenalkan secara resmi dalam ajang pameran Paris Motor Show. Kemudian pada bulan Desember 1947, Lambretta resmi dijual dan laku sebanyak 9000 unit hanya dalam kurun waktu satu tahun.

5. Lifestyle
qudrophenia

Pada tahun 1960-an, ketika scooter buatan Vespa dan Lambretta populer di kawasan Eropa, muncul kemudian subkultur yang berjiwa modern bernama Mods. Selain karena harganya yang terjangkau, Mods memilih scooter karena kendaraan ini punya panel-panel bodi yang menutupi komponen bergerak. Mereka percaya, dengan begitu akan melindungi pakaian mereka dari kotoran, seperti debu dan oli.

Scooter Italia seperti Vespa dan Lambretta juga dianggap sebagai pelengkap gaya busana mereka yang memang terinspirasi dari Milan dan Paris. Modifikasi yang paling umum, yaitu memasang banyak spion untuk memudahkan mereka berkaca.

Dengan memiliki scooter, Mods juga tidak perlu bingung masalah transportasi saat ingin berdansa di klub hingga tengah malam. Karena pada era tersebut transportasi publik tidak beroperasi hingga larut.

-Raditya Nugroho