1. Minim Persiapan
    PreparationMeskipun telah dibuat alat cukur elektrik, namun mencukur secara manual masih banyak dilakukan dan bahkan favorit bagi kebanyakan lelaki. Namun mencukur manual berbeda halnya dengan mencukur elektrik. Jika mencukur elektrik bisa dilakukan dalam kondisi kulit kering serta tak menyeluruh melibas bulu kumis dan jenggot hingga bagian dalam kulit, mencukur manual punya jaminan lebih bersih dan mendalam. Dengan kata lain, mencukur manual jauh lebih sempurna.
    Mencukur manual sebenarnya butuh persiapan yang harus diperhatikan selain menggunakan alat cukur yang representatif. Salah-satunya adalah cream cukur atau sabun cukur. Jika selama ini kita mengabaikannya dengan menggunakan sabun jenis lain seperti sabun mandi atau shampo sebagai pelumasnya, mosturizer yang terkandung di dalam jenis sabun tersebut akan meningkatkan kadar minyak di bagian yang dicukur. Mosturizer adalah bahan minyak alami nabati yang kegunaannya untuk melembabkan kulit. Namun jika digunakan untuk proses pencukuran, akan menghasilkan minyak berlebih pada bagian yang dicukur. Maka siapkanlah cream khusus cukur yang mempunyai kadar kelembaban ideal serta membuat pisau cukur lama majalnya.
    Hal terpenting lainnya, sebelum mencukur basuhlah dengan air hangat, bukan air dingin agar pori-pori terbuka hingga memudahkan pencukuran hingga bagian terdalam, serta terhindar dari iritasi atau lecet. Setelah pencukuran, basuh dengan air dingin serta siapkan handuk berbahan halus untuk mengelap.
  2. Memilih Cream Cukur
    CreamJangan pernah terpancing dengan harga murah cream cukur. Sebagai konsumen yang baik, selalu perhatikan kandungan atau ingredient dari bahan-bahan yang akan kita konsumsi. Terlebih pada kasus mencukur, dampak paling besar adalah kesehatan kulit karena tiap orang punya sensitifitas kulit berbeda-beda.
    Yang harus diperhatikan adalah komposisi kandungan mosturizer pada cream serta material lain yang harus dihindari seperti kandungan lubricant. Cream yang baik seharusnya punya kandungan minyak alami. Selain kandungan itu, hindari atau lihat komposisinya kembali. Busa cream yang banyak tidak menjamin bagus kualitasnya, jadi jangan terkecoh. Untuk melihat produk cream bagus atau buruk, minta lah tester saat membeli, usapkan pada punggung tangan lalu keringkan. Jika kulit terasa licin dan warna kulit sama paska dibersihkan, maka cream tersebut punya kandungan mosturizer yang ideal.
  3. Mengabaikan Sisa Cukur
    unwellKaitannya lekat dengan penggunaan pisau cukur. Jika pisau cukur tempo dulu memiliki mata pisau tunggal, kini telah dibuat mata pisau ganda atau bahkan triple untuk memastikan pencukuran sempurna. Secara kontur pertumbuhan rambut di kumis atau jenggot, tidak semuanya tumbuh searah. Penggunaan pisau cukur bermata tunggal butuh pencukuran berkali-kali secara bolak-balik. Pertama, mencukur searah dari luar ke dalam, kemudian mencukur dari dalam ke luar, dan bahkan mencukur dari arah samping luar ke dalam. Memang hasil pencukuran mata pisau tunggal sering tak memuaskan dalam sekali cukur.
    Mata pisau ganda atau triple dianggap solusi terkini mengatasi kepuasan mencukur yang praktis. Dalam satu gerakan mencukur, mata pisau ini bekerja dua kali atau tiga kali. Pertama, memangkas rambut panjang, selanjutnya sisa rambut yang terpangkas. Untuk kesempurnaan pencukuran, ketebalan kumis atau jenggot harus diperhatikan. Siapkan gunting untuk pencukuran pertama agar kemampuan alat cukur dapat maksimal. Umumnya hal ini sering diabaikan karena kurang praktis. Namun untuk mendapatkan rasa nyaman, menggunting terlebih dahulu kumis dan jenggot akan mengurangi rasa sakit rambut tertarik kala pencukuran.
  4. Menekan Berlebihan Pisau Cukur
    InjuredBerdarah dan iritasi disebabkan oleh cara penekanan pisau cukur yang salah. Kita selalu menganggap dengan cara menekan hingga membentuk cekungan kulit akan memaksimalkan pencukuran. Hal ini adalah anggapan yang salah. Pisau cukur dibuat seksama dan efektif untuk permukaan kulit datar. Mata pisau yang tersembul kecil ditujukan untuk menghindari luka yang ditimbulkannya. Menekan terlalu dalam berarti membuka peluang melukakan kulit.
    Meskipun teknologi pisau cukur sudah sangat solusif membantu pencukuran dengan munculnya pisau cukur bermata ganda dan triple, tradisi mencukur dengan tekanan kuat sadar tidak sadar sering dilakukan. Ini berkaitan dengan sugesti bulu yang dicukur akan lekas bersih. Padahal dengan tekanan lembut, mata pisau sudah bekerja sangat efektif. Cara mengurangi kesalahan ini sebenarnya hanya cukup mempercayakan alat cukur yang Anda kenakan bekerja dengan baik. Tinggal lah menentukan dan mengatur pola alur mencukurnya saja.
  5. Memegang Pisau Cukur
    holdingMemegang pisau cukur berkaitan erat dengan alur mencukur yang dikehendaki. Bahkan pada sudut-sudut tertentu, cara memegang pisau cukur dipegang sesuka mungkin. Jika kita memahami pertumbuhan rambut serta sensitifitas kulit akibat pencukuran, hal ini tidak akan terjadi. Rambut pada jenggot dan kumis punya arah pertumbuhan berbeda-beda tergantung jenis rambut yang dimiliki tiap orang, semisal pertumbuhan yang memanjang ke bawah, rebah, atau keriting. Gunting terlebih dahulu kumis atau jenggot yang lebat rambutnya sependek mungkin dan ideal untuk dicukur.
    Alur pertama mencukur umumnya adalah dari depan ke belakang. Lakukan hal itu secara konstan secara berurutan dari kanan hingga kiri atau kebalikannya. Rasakan hasil cukurannya. Jika ternyata masih kasar dan ingin dibersihkan lagi, lakukan langkah kebalikan dari dalam ke luar. Rasakan lagi. Jika belum merasa bersih, lakukan tindakan pencukuran lanjutan dari samping kanan ke kiri atau kebalikan. Jangan pernah menekan terlalu keras kulit saat mencukur untuk menghindari iritasi dan lecet. Dan paling diperhatikan, bidang kulit yang akan dicukur upayakan selalu dalam kondisi basah atau lembab.
  6. Bidang Pencukuran Tak Lembab
    unmoistKasus ini terjadi dalam kondisi tertentu seperti ingin cepat-cepat selesai atau buru-buru merubah penampilan. Mencukur sama halnya dengan ritual mandi yang membutuhkan proses mempersiapkan alat mandi, membasuh diri, mandi, dan mengeringkan tubuh. Jika proses tersebut hilang salah-satunya, maka disebut dengan tergesa-gesa. Mencukur pula harus mempersiapkan alat cukur, waktu mencukur yang tepat (umumnya ketika kulit masih lembab, yang artinya setelah mandi atau dibasuh wajah terlebih dahulu), mencukur, dan membersihkan.
    Jika tak suka menggunakan cream, membasuh wajah dan bidang cukur dengan air sudah representatif mendapatkan pelumasan. Usahakan basuh secara menyeluruh termasuk sudut-sudut kecil seperti tepian bibir agar kulit lembab dan tak iritasi kala pencukuran.
  7.  Mencukur Berulang-Ulang
    Ketidakyakinan pada alat dan ketidakpuasan pada hasil menjadi penyebab cara ini sering dilakukan. Padahal melakukan pencukuran berulang-ulang akan menyebabkan kulit iritasi atau lecet, terlebih jika pelumasan tak sempurna. Yang harus benar-benar diperhatikan dan diingat dalam pencukuran adalah, kita tidak bisa menyingkirkan semua bulu atau rambut di kumis atau jenggot sekaligus, karena kegiatan mencukur adalah hanya mengurangi tumbuhnya rambut secara berkala. Jika alasan ini belum merasa cukup, Anda cukup lakukan langkah ekstrim dengan cara waxing, tetapi tidak direkomendasikan.
-Inug Gadabima