Motor sejak lama jadi salah satu simbol dunia pria. Salah satu yang turut mendorong asosiasi motor dengan maskulinitas adalah persona pengendaranya. Bahkan terkadang sosok sang pengendara jadi melekat dengan merek motor tertentu atau sebaliknya, menjadikan mereka ikon budaya hingga ikon gentleman.

T.E. Lawrence (1888 – 1935)

122-1203-01-z+lawrence-of-arabia-warrior-diplomat-statesman-motorcyclist+

Thomas Edward Lawrence adalah seorang arkeolog asal Inggris, merangkap tentara, dan kemudian menjadi diplomat. Perjalanannya menjadi liaison selama kampanye Sinai dan Palestine serta meneliti revolusi negeri Arab digambarkan dalam film Lawrence of Arabia. Lawrence semasa hidupnya “memelihara” bahkan memiliki custom made Brough Superior, motor yang dianggap sebagai Rolls Royce-nya motor. Namun nahas menimpanya dengan kendaraan yang dimilikinya tersebut. Ketika menghindari dua anak menyeberang kala ia berkecepatan tinggi, Lawrence terpelanting dari motornya. Seminggu setelah cidera parah, ia menghembuskan nafas terakhirnya di usia 46 tahun.

Marlon Brando (1924 – 2004)

BrandoWildOne

Aktor di film legendaris The God Father ini punya kebiasaan naik motor sebelum menjadi seorang aktor. Kenyamanan sebagai petualang muda didapatnya dengan berkendaraan motor. Bahkan Brando pernah bercerita, hampir seluruh New York City pernah dijelajahinya di waktu malam. Jika seorang gadis mengenakan jeans dan bercelana jeans, ada di bangku belakangnya, rasa bangganya bertambah. Citra Marlon Brando sebagai rider jadi ikonik ketika mengendarai Triumph Thunderbird 6T di film The Wild One.

Bob Dylan (1941 – sekarang)

UNITED STATES - JANUARY 01: WOODSTOCK Photo of Bob DYLAN, sitting on motorbike wearing sunglasses, behind the Cafe at Woodstock (Photo by Douglas R. Gilbert/Redferns)

Siapa tak kenal Bob Dylan, artis multi talenta dengan kemampuan bernyanyi, menulis lagu, aktor, hingga penulis buku. Reputasinya bahkan membuatnya diganjar Nobel Prize of Literature di 2016. Kehadiran orang-orang terdekatnya baru disadarinya ketika ia mengalami kecelakaan motor miliknya, Triumph Tiger 100. Tulang belakangnya cedera berat dan ia justru tak ingin rumah sakit berlama-lama mengobati dirinya. Ia memilih mengasingkan diri dari keriuhan ketenaran yang dimilikinya saat itu. Padahal di tahun 1966, karir musik Dylan sedang ada di puncak. Selama satu dekade ia menghilang dan ia akhirnya memilih hidup sederhana bersama istri dan anak-anaknya. Namun hal ini tak membuatnya kehilangan popularitas. Apalagi citra dirinya sebagai pengendara motor hingga kini masih terus menerus hadir dalam berbagai reproduksi foto.

Hunter S. Thompson (1937 – 2005)

hst_bike

Dikenal sebagai jurnalis ternama serta pemilik The Gonzo Journalism Movement, ia gemar mengendarai motor besar dengan tenaga besar untuk berpacu dalam kecepatan tinggi. Bahkan ia menganggap kecepatan yang dihasilkannya serta cara mengendalikannya adalah sebentuk ketakutan yang berubah jadi kegembiraan. Thompson melakukan perjalanan dengan motor BSA A65 Thunder selama tahun dan bertemu dengan banyak komunitas motor sepanjang perjalanannya. Hell’s Angels: The Strange and Terrible Saga of the Outlaw Motorcycle Gangs adalah buah karyanya yang bertutur tentang kehidupan manusia di atas motor besar.

Charles Lindbergh (1902 – 1974)

Charles Lindberg

Terkenal sebagai penerbang, penulis, penemu, penjelajah dan aktivis, mesin dan pengetahuan tentang mekanik sudah dikuasai Lindbergh sejak duduk di bangku SMA. Di masa remajanya ia membuat motor dengan mesin twin silinder 1.920 Model Excelsior X, yang barang-barangnya ia dapatkan dari berburu di toko lokal tempat dirinya tinggal. Ia mengaku pecinta kekuatan dan kecepatan. Obsesi ini membawanya menjelajah berbagai medan dengan motor besarnya.

Buddy Holly (1936 – 1959)

buddy.holly.dealership

Ia adalah musisi dan penulis lagu yang menghentak tahun 1950-an sebagai era rock and roll. Ketika ia mendapatkan uang dari tur suksesnya, dirinya berkeinginan menjemput impiannya memperoleh motor baru. Dari kotanya, Lubbock ia berbelanja ke Dallas. Saat itu yang diincarnya adalah motor gede Harley Davidson. Namun karena ketidakramahan penjual di dealernya, ia memilih mencari merk lain. Di penjualan Ray Miller Triump Motorcycle ia berhenti dan memilih Ariel Cyclone sebagai tunggangannya. Sebelum pulang membawa motor, Hole mengitari dealer yang sebelumnya tak ramah dengan dirinya seolah meledek.

Steve McQueen (1930 – 1980)

mcqueen2_2068663b

Julukan sebagai The King of Cool didapat McQueen karena ia kerap memerankan karakter yang dianggap anti-hero. Ia mengoleksi lebih dari 100 sepeda motor. Jenis favoritnya, India Vintage. Ia pun penyuka balap off road. Kecintaannya akan motor diawali sejak sebelum ia menjadi artis ternama, dan berlanjut meski dirinya sudah menjadi aktor dunia. Salah-satu tunggangannya yang melegenda adalah TR6 Triumph yang dipertunjukkan wujud dan aksinya di atas motor di film The Great Escape. Ia bahkan tak jarang tanpa menggunakan peran pengganti dalam adegan-adegan berbahaya yang dibintanginya.

-Inug Gadabima