“A true gentleman is one that apologizes anyways, even though he has not offended a lady intentionally. He is in a class all of his own because he knows the value of a woman’s heart.” – Shannon L. Alder 

Teknologi telekomunikasi mendorong sarana berkomunikasi dengan berbagai cara. Dari bertatap langsung, surat menyurat, telepon, SMS, MMS, bahkan kini tersedia banyak media komunikasi yang representatif sebagai sarana komunikasi berbentuk sosial media, pesan pribadi Blackberry, Line, What’S Up, dan lain sebagainya. Dan sarana tersebut mengubah kebiasaan pria berkomunikasi terhadap wanita. Secara kuantitas meningkat, tetapi secara kualitas menurun. Mengapa?

Berdasarkan survey byMatch di 2013 lalu saja menyebutkan bahwa kecenderungan pria kini saat mengajak dating wanita idamannya antara lain:

 

Metode Ajakan Dating

30 Tahun

30 Tahun+

Menelpon

23%

52%

Lisan (Tatap Muka)

37%

28%

Pesan Teks

32%

8%

E-Mail

1%

8%

Hasil survey ini kemudian dilempar ke sampel responden dari kalangan wanita. Sebagian besarnya menyebutkan bahwa ajakan kencan dengan cara menelpon dan lisan paling diharapkan ketimbang menggunakan pesan teks. Menelepon atau berpesan lisan dengan cara tatap muka memerlukan effort lebih dari yang wanita harapkan. Bagi pria, hal ini jauh lebih menegangkan dan membangkitkan sebesar-besarnya keberanian. Wanita akan jauh lebih tersanjung jika ajakan tersebut berupa telepon atau tatap muka.

Berdasarkan sejarah antropologi, cara menelpon atau ajakan lisan tatap muka untuk mengajak wanita kencan adalah perilaku gentlemen paling terhormat. Ini merupakan bentuk dari maskulinitas. Seorang pria dapat menaikkan harkat dirinya sekaligus menyanjung pribadi lainnya yang ia curahkan. Secara psikologis, keberanian pria berkontak secara lisan (telepon atau tatap muka), punya dedikasi tinggi terhadap dirinya maupun orang lain. Berdasarkan penelitian pula, lelaki tipe ini cenderung berpotensi sebagai inisiator dan pengambil risiko untuk hubungan selanjutnya.

Lantas bagaimana dengan lelaki yang mengajak dating via pesan teks?

Mungkin yang perlu diingat bagi pria yang sering menggunakan pesan teks untuk mengajak dating adalah: momentum spesial. Maka ekspetasi yang diharapkannya pun tinggi. Anda akan menjadi pria yang dipuji bahkan dibenci hanya karena ajakan yang Anda buat kurang jantan atau terkesan tidak serius karena hanya berupa pesan teks saja. Ini dialami oleh Artikah (28 tahun). Ia tak mempermasalahkan ajakan dating dalam bentuk pesan teks saja. Tetapi ketika  ungkapan cinta tercetus hanya melalui pesan teks, ia mengaku kecewa sekali dan meragukan keseriusan pria yang mengungkapkannya. “Terkesan main-main jadinya. Saya sempat membiarkannya hingga akhirnya ia sadar atas kesalahannya,” ungkapnya.

Kontak lisan maupun tatap muka jauh lebih berarti ketimbang ribuan teks yang berisi percakapan dan sanjungan. Esensi dari pertemuan yang berlangsung ke hubungan selanjutnya adalah keseriusan. Seorang pria yang serius menjadikan hubungan tersebut berlanjut atau hendak memberikan impresi positif tentang dirinya, akan memberikan kesan yang baik       

Namun, pesan teks juga punya banyak keuntungan seperti yang dijelaskan berikut ini:

  1. Pesan teks memudahkan berpikir taktis dan terkonsep dalam melakukan alur pembicaraan. Hingga bisa mengurangi risiko kesalahan bicara dan antisipasi kala membuat kesalahan.
  2. Pesan teks memungkinkan untuk merancang pesan lebih bijak karena waktu berpikir yang leluasa dan berpotensi memberikan percakapan yang original, lucu, bijak, dan lain sebagainya.
  3. Menciptakan rasa nyaman dengan berkurangnya tekanan atas feedback yang akan diberikan. Keleluasaan berpikir untuk membalas akan membantu hal tersebut.

Kerugiannya:

  1. Pesan teks tidak bisa dijadikan sarana efektif untuk mengungkap rasa maaf jika terjadi kesalahan dalam percakapan. Dibutuhkan effort lebih untuk hal tersebut, yakni menelpon atau pertemuan langsung.
  2. Susunan kata dalam kalimat, tanda baca, tidak serta-merta menggantikan intonasi bicara secara lisan. Maka sering terjadi kesalahpahaman akibat hal ini.
  3. Menyembunyikan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan nada suara yang lebih jujur dari sekedar kalimat dalam pesan teks.

Jangan cari alasan lagi untuk menjadi gentlemen. Jangan pula jadikan alasan klasik pesan teks lebih murah dari menelpon atau bertemu langsung. Berhenti menggadang-gadang wanita, hampiri dan tebarkan personifikasi Anda.   

-Inug Gadabima