Sedang uninspired mencoba menyelesaikan pekerjaan di kafe, tiba-tiba pintu terbuka dan sesosok perempuan menarik melangkah masuk. Suddenly things run in slow-mo and deadlines don’t matter that much anymore. Sebelum memutuskan menunda apapun yang Anda lakukan demi sebuah “Halo!”, coba perhatikan hal-hal berikut sebagai panduan gentleman untuk berkenalan di kafe:

It’s not you, it’s her

Anda bukan Jason Bourne dengan kemampuan analisa situational awareness sepersekian detik hasil pelatihan Special Force. Simply put, situational awareness means knowing what is going on around you. Setiap gerak-geriknya adalah bentuk komunikasi non-verbal. Misalnya, dia sudah memakai headset hanya dalam kurun waktu 5 menit setelah tiba di kafe lalu membuka laptop dan mengeluarkan notebook. Itu tandanya dia sedang dalam mode ‘Do Not Disturb’ dan sudah mengatur batas-batas personalnya. Respect her boundaries and don’t force your luck trying to negotiate with that. Keep this in mind: Setiap orang berhak mendapatkan privasi di tempat publik.

Finish what you started

Anda datang ke coffee shop dengan sebuah tujuan, baik pekerjaan atau sekadar mengapresiasi kopi. Selesaikan tujuan Anda sembari tetap memerhatikan gerak-geriknya. Hanya kirimkan “sinyal” saat dia terlihat rileks, misalnya saat dia melepas headset dan mulai people watching. Coba buat kontak mata hingga dia sadar akan kehadiran Anda. Saat dia membalas, cukup tanggapi dengan senyuman sopan dan kembalilah ke apapun yang sedang Anda kerjakan. A man focused on what he’s doing is attractive to others.  

It’s the thought that counts

Jika sinyal Anda berbalas, waktunya mulai bergerak. Not a “Hello!”, we’re not there yet. Do simple but thoughtful acts, misalnya membantu memanggilkan waiter saat dia akan menambah order. Chances are she’ll say “Thank you” and lay down her guards for you.

Tapi bagaimana jika dia tidak membuka diri? Bagaimana jika “Hai!” tidak terjadi? Santai saja. Sebagai gentleman, momen di kafe tadi adalah highlight of the day yang tak harus memengaruhi seluruh hari Anda. Kembalilah melakukan apa yang seharusnya Anda selesaikan di kafe dan lanjutkan aktivitas Anda. After all, people are creatures of habit and there’s a good chance you’re going to see her in that place again. And some things are better left for imagination.

But what if she opens up? What if your “Hello!” happens? Or better, what if she makes the first move?

Nantikan kelanjutan tulisan ini untuk tahu cara-cara berinteraksi a la gentleman untuk berkenalan, dimulai dari the first “Hello!”. Tak hanya di coffee shop, tapi juga di berbagai momen dan lokasi lain.

-Rizki Wardhana