Meski berbeda antara mengemudi kendaraan di dalam kota dengan berkendaraan di luar kota, keduanya tetap harus butuh kehati-hatian dan konsentrasi. Pengetahuan tentang peringatan-peringatan dari rambu lalu lintas harus dipahami benar. Sebab ini akan membantu Anda berkendaraan selamat dan nyaman.

Ada aturan tak tertulis pula yang hidup di penghuni jalan raya luar kota. Aturan tersebut bisa berdampak celaka atau menguntungkan. Hal ini yang tidak didapat dalam berkendaraan di dalam kota. Apa saja sih bentuknya?

1. Kecepatan Kendaraan

Tak bisa terhindarkan jika pada situasi jalan kosong, pengemudi sering memacu kendaraan lebih kencang. Namun tetap perhatikan rambu-rambu yang tersedia untuk menentukan peringatan-peringatan atau kecepatan aman yang dianjurkan. Konsentrasi menjadi hal penting, terutama dalam mengendalikan kecepatan serta kemahiran mengemudi. Jangan celakakan diri Anda dan pengguna jalan lainnya.

2. Hindari Supir-Supir Agresif

Kondisi jarak yang jauh serta waktu yang hendak dicapai sering menjadikan jalan luar kota sebagai ajang berkemudi kencang. Ada banyak supir-supir agresif yang hobi mendahului atau meminta jalan dengan cara kasar menyalakan klakson atau lampu dim berkali-kali. Jangan terpancing hal ini karena Anda akan banyak kehilangan kontrol mengemudi. Tetapkan saja kecepatan yang konstan dengan selalu menjaga jarak kendaraan satu dengan lainnya.

3. Waspadai Jalan-Jalan Yang Membahayakan

Jalanan berlubang, jembatan yang tidak rata, tepian jalan yang tinggi atau terjal, jalan berliku dan naik turun, jalan licin, jalan gelap tanpa marka, jalan sepi, merupakan kondisi jalan yang harus diwaspadai dan diantisipasi situasinya. Perhatikan rambu-rambu lalu lintas atau tanda-tanda yang tersedia untuk mengantisipasi keadaan.

4. Pahami Kebiasaan Pengemudi Kendaraan Besar

Kendaraan besar seperti truk atau bus akan membatasi pandangan Anda mengemudi jika Anda berada di belakangnya. Jika ingin mendahului, pastikan posisi lawan atau depan bus yang akan didahului, aman. Kendaraan yang punya gaya mengemudi unik adalah bus. Ia lebih suka mendahului kendaraan di depannya. Jika kita berada di belakangnya, usahakan jaga jarak agar blind spot tidak terlalu besar. Bus akan menyalakan lampu dim berkali-kali meminta jalan, serta menghimpit kita dalam jarak dekat. Jika memungkinkan, menyingkirlah. Jika tak memungkinkan, berikan lampu hazard.

Berbeda dengan truk, gaya mengemudinya lebih didasarkan atas muatan yang dibawanya. Jika ia kosong muatan, maka berkemudinya akan kencang, tetapi jika penuh muatan, maka ia akan jauh lebih hati-hati. Jangan pernah menyalip rapat truk penuh muatan dengan pertimbangan pengereman yang dilakukan pengemudinya akan sulit untuk menghindari kendaraan Anda. Truk yang berjalan lambat akan sering berada pada jalurnya. Jika pengemudinya mengetahui ada kendaraan di belakangnya, ia akan memberitahu kondisi jalan di depannya dengan menggunakan lampu atau tangan kernet atau supirnya.

5. Pahami Rambu-Rambu Dan Marka Jalan

Banyak rambu-rambu dan marka jalan yang jarang ditemui di kota ketika Anda berkemudi di luar kota. Maka pahami terlebih dahulu rambu-rambu tersebut untuk mencegah pelanggaran. Misalkan saja garis sambung pada marka jalan bukan untuk dilintasi, tetapi disusuri. Karena garis sambung bertujuan untuk membatasi ruas Anda dengan ruas lawan, atau juga daerah-daerah berbahaya untuk menyalip, misalkan kelokan.

Memahami rambu-rambu jalan dan marka jalan seharusnya sudah menjadi bekal pengemudi ketika mendapat izin mengemudi. Jadi jangan abaikan papan peringatan lalu lintas karena alasan ketidaktahuan Anda.

-Inug Gadabima