Seorang designer kami di Manuvr pernah mengatakan suatu hal yang menggelitik, “You know it’s important to have fun at work when you see your desk more than your bed.”

Hal tersebut menggelitik bukan dari sisi kita harus have fun di kantor. Itu suatu hal yang pasti jika Anda tidak ingin cepat merasa bosan dengan lingkugan kerja dan teman-teman kerja Anda. Namun yang lebih menggelitik adalah bagian, “…when you see your desk more than your bed.”

Hal ini merupakan sebuah fakta bagi banyak dari kita semua. Kita lebih sering menghabiskan waktu bersama meja dan teman-teman kantor kita dibanding dengan istri, pacar, bahkan keluarga inti kita sendiri. Terkadang ada hal-hal tertentu yang dituntut dari lingkungan kerja kita. Pendeknya, kita menoleransi rekan kerja kita just because we need to. Kita kadang takut untuk mengutarakan pendapat kita sendiri agar tidak menyinggung rekan kerja atau atasan kita.

Menurut survei yang dilakukan oleh blog Monster.com, 71% persen responden menilai perilaku rekan kerja mereka perlu dibenahi. Dan mayoritas perilaku yang orang-orang paling benci di lingkungan kerja adalah bergosip. 35% dari responden survei tersebut tidak menyukai perilaku bergosip.

Lalu bagaimana caranya kita dapat menyenangkan semua rekan kerja kita? Jawaban singkatnya adalah tidak ada. You can’t please everyone, karena tiap karakter akan berbeda-beda. Namun ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk setidaknya selalu “aman” di hadapan rekan-rekan kerja Anda.

Tepat Waktu

Oke, hal ini kami akui agak sulit diterapkan. Namun, ketepatan waktu adalah sebuah ciri khas seorang gentleman. Ini berarti Anda menghargai waktu orang lain. Memang orang Indonesia memiliki budaya “jam karet” dan sering disalahkan kepada kemacetan ibukota atau memang budaya yang agak “santai” dan “tidak perlu terburu-buru, Jepang masih jauh.” Saran dari kami adalah, apabila Anda selalu tepat waktu, baik itu dalam menyelesaikan tugas atau menghadiri meeting dengan rekan kerja/klien, setidaknya Anda tidak akan pernah dituding sebagai si jam karet dan akan selalu bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik.

Pastikan Anda Selalu Rapi

Caring about yourself means you’re ready to care about someone else. Dimulai dari pakaian yang Anda pakai ke kantor sehari-hari sampai dengan bau badan. Percayalah kepada kami, jika Anda datang ke kantor dengan kemeja atau celana yang belum diseterika, rekan kerja Anda akan menganggap di alam bawah sadarnya bahwa pekerjaan Anda juga tidak akan rapih. Walaupun prestasi Anda berkata beda, kerapihan Anda juga akan dilihat dan dinilai oleh atasan Anda. Hal tersebut juga menunjukkan kepada semua orang bahwa kerapihan adalah bagian dari sikap kerja Anda.

Selalu Siap Membantu

Anda pasti pernah memiliki pengalaman pahit ketika baru masuk sebuah lingkungan kerja baru dan masih belum tahu harus menanyakan apa pada siapa. Jangan terjebak menjadi si rekan kerja yang acuh tak acuh dan ketika akhirnya Anda menanyakan kenapa dia tidak menjelaskannya terlebih dahulu, dia hanya membalas, “Karena lo gak nanya.” Menyebalkan memang dan itulah yang harus Anda hindari. Empathy in a workplace will drive a long and prosperous career, Gents. Kemauan untuk membantu rekan kerja Anda menunjukkan bahwa tidak ada pekerjaan yang Anda anggap remeh. Hal-hal semudah mencatat notulen rapat dan mengirimkannya ke seluruh peserta rapat bisa jadi akan menambah value dari apa yang telah didiskusikan di rapat tersebut.

Selalu Jujur

We cannot stress this enough. Kejujuran adalah pilar utama dari seorang gentleman. Jangan hanya jujur ketika Anda berprestasi, tetapi juga jujurlah ketika Anda berbuat kesalahan. Grow up and own your mistake. Jelaskan mengenai mengapa dan bagaimana Anda berbuat salah kepada rekan kerja atau atasan Anda tanpa menutup-nutupinya dengan berbagai macam alasan. Kejujuran Anda akan dihargai oleh semua rekan kerja Anda. Utarakan juga rencana Anda agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali.

Hindari bergosip tentang rekan kerja (dan klien) Anda

Menurut kami ini cukup straightforward. Hindari berpartisipasi dalam kegiatan bergosip kantor, at all cost.Tidak ada alasan bagi Anda untuk ikut bergosip mengenai atau bersama rekan kerja Anda. Apabila rekan kerja Anda langsung memberitahu mengenai sebuah gosip tertentu, cukup dengarkan dan tanggapi dengan biasa saja tanpa harus memihak salah satu pihak.

Sebenarnya masih banyak yang dapat Anda lakukan untuk menangani berbagai kegiatan politik yang terjadi dalam lingkungan kerja Anda. Dan bisa jadi hal ini berbeda dari satu lingkungan kerja ke lainnya. Anda hanya harus mengadaptasi hal-hal tersebut dan menambahkan apa yang sekiranya cocok bagi lingkungan kerja Anda.

-Andra Maulana