Belakangan ini saya sedang sering-seringnya diundang menghadiri pesta pernikahan, entah itu relasi bisnis, keluarga atau teman dekat. Dan selama saya menghadiri semua pesta tersebut, saya menemukan suatu kejanggalan. Sejak kapan orang-orang mulai menghadiri pesta pernikahan menggunakan jeans belel dan sneakers? Mungkin jika pesta diadakan oleh seorang graffiti artist di lapangan tempat semua karyanya berada atau seorang surfer di pinggir pantai itu tidak akan menjadi masalah. Tapi semua pesta yang saya hadiri ini rata-rata berlokasi di function room sebuah hotel.

Jakarta memang kota yang panasnya minta ampun, terutama beberapa bulan terakhir, tapi itu tidak dapat menjadi alasan mengapa seseorang bisa datang ke sebuah resepsi pernikahan memakai jeans belel dan sepatu kets (walaupun dia memakai kemeja). A true gentleman will dress for the occassion.

Bagi saya, ini bukan mengenai dressing formally, tetapi lebih ke dressing appropriately.

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, kalau memang Tipi Jabrik memutuskan untuk mengadakan resepsi pernikahannya diadakan di pinggir pantai Ubud pada suatu sore yang romantis, maka berpakaian apapun tidak akan menjadi masalah. Malah mungkin dia akan menyarankan para undangan untuk memakai sandal karet dan celana pendek jika ia ingin tamu-tamunya lebih merasakan tema pantai yang dia telah rencanakan.

Sebenarnya hanya itu yang diinginkan oleh seorang host, terutama kedua pengantin, agar pesta yang menguras dana sekian puluh juta atau bahkan sampai ratusan juta itu mereka kenang seperti puluhan atau ratusan juta yang habis tersebut. Hargailah kenangan tersebut karena saya yakin tidak hanya mereka yang ingin dihargai pada saat itu, tetapi juga anda jika saatnya tiba nanti di pelaminan.

For those so-called creative people out there? Dressing appropriately ke sebuah pesta resepsi pernikahan di Ballroom Hotel Dharmawangsa bukan berarti akhir dari dunia Anda. Kami punya beberapa tips yang bisa membantu Anda tetap terlihat kreatif dari kemeja sampai ke sepatu.

Kancingkan kemeja Anda

Goes without saying, Gents. Hormati kedua pengantin dan tamu lain dengan mengancingkan kemeja Anda sampai ke atas. Apabila perlu, pakailah dasi dan padu padankan dengan aksesoris lainnya untuk menambah aksen.

Cari celana yang cocok

Apabila Anda tidak memiliki celana bahan yang tailored, sudah saatnya Anda mengevaluasi wardrobe Anda. Namun jangan takut, whip out your best denim pants dan padu padankan dengan kemeja lengan panjang yang cukup rapi tadi. Cari warna yang netral dan tidak terlalu eksentrik seperti hitam atau dark navy untuk mendapatkan kesan yang klasik.

Accessorize yourself

This is where you get creative. Entah itu menggunakan dasi yang warnanya agak eksentrik atau piercing. Jika Anda memiliki tato di bagian lengan, tato tersebut dapat menjadi bagian dari aksesoris Anda dan bagi para gentleman yang masih single, tato atau aksesoris tersebut dapat Anda jadikan ice breaker ketika Anda bertemu dengan teman-teman lama Anda di sana.

Hindari sneakers

Trust us, it’s very condescending to the bride and groom apabila Anda menggunakan sneakers kecuali memang disituasikan dengan tema tertentu. Pinjam sepatu dari teman atau rekan kerja Anda. Atau jika tidak ada sama sekali, korbankanlah waktu sedikit dan bersihkan terlebih dahulu sepatu Anda.

Personal grooming

Kalaupun anda sudah siap dengan segala macam pakaian formal Anda karena dipaksa oleh pacar atau istri untuk tampil serapi mungkin karena yang menikah adalah sepupu atau kerabat dekatnya tapi anda masih ingin tampil kreatif, bujuklah pacar anda untuk membiarkan Anda berkreasi dengan rambut anda. Gunakan pomade atau kalau memang anda seniat itu berkreasi, pergilah ke salon dan minta didandani di sana.

Tips di atas tidak terlalu sulit bukan? Jika tips-tips di atas terlalu merepotkan, tidak ada salahnya memakai kemeja batik Anda. Bill Clinton saja memakai batik saat mengunjungi Indonesia.

-Andra Maulana