Anda pasti sudah menonton film berjudul Friends With Benefit yang diperankan oleh Justin Timberlake dan Mila Kunis. Jika Anda belum menonton film tersebut sebaiknya segera menonton karena film tersebut bisa mengambarkan secara gamblang makna sebuah hubungan yang disebut friends with benefits.

Apa itu friends with benefits?

Jika dijabarkan, definisi friends with benefits itu sendiri adalah sebuah hubungan teman yang sangat dekat tanpa melibatkan ekspektasi satu sama lainnya. Dalam hubungan ini perjalinan dibangun layaknya antar teman, meliputi berbagi suka dan duka, diskusi intelektual, atau sekedar nongkrong bareng. Sementara “benefits” yang disebut dalam hubungan ini adalah hubungan seksual. Di sini emosi tidak boleh ikut ambil bagian karena emosi seperti rasa cinta atau cemburu pada “teman” Anda justru akan merusak esensi hubungan friends with benefits ini. Biasanya jenis hubungan yang seperti ini telah disepakati oleh kedua belah pihak dan masing-masing pihak tidak mempunyai hak menuntut lebih untuk berkomitmen. Jadi jika melihat “teman” Anda bergandengan tangan atau berciuman mesra dengan wanita atau pria lain, Anda tidak bisa ikut campur dalam hubungan pribadi mereka. Mungkin trigger dari hubungan friends with benefits ini bisa dikatakan karena orang-orang sudah banyak yang muak dan bosan dengan sebuah hubungan yang konvensional. Pacaran sudah dianggap kurang memfasilitasi lagi institusi hubungan sebuah pasangan. Banyak yang kecewa dengan pola pacaran yang selalu mengikat orang-orang untuk menjalin hubungan yang biasa saja. Professor Paul Mongeau dari Michigan State University menyebutkan bahwa friends with benefits merupakan suatu jenis hubungan sosial intim yang jarang dibahas oleh kebanyakan orang. Umumnya, mereka menganggap bahwa friends with benefits ini merupakan affair atau terkadang disebut hubungan tanpa ikatan. Selain itu Melissa Bisson dan Professor Timothy Levine dari Michigan State University juga melakukan survey dan mengumpulkan 125 orang yang terdiri dari pria dan wanita. Dari semuanya, sekitar 60 persen pernah melakukan friends with benefits. Satu banding sepuluh merubah hubungan tersebut menjadi sebuah hubungan yang lebih romantis, sepertiganya berhenti melakukan seks tapi meneruskan pertemanan. Satu dari empat orang menghentikan semuanya; seks dan pertemanan. Sisanya, terus meneruskan hubungan friends with benefits.

Apakah friends with benefits sikap yang gentleman?

Namun kalau kita telaah fenomena ini sebagai seorang gentleman apakah ini sebagai sikap yang gentle? Gentleman sejati tidak hanya bikin jatuh hati, tapi juga memberikan inspirasi. Salah satu sikap yang dijunjung tinggi oleh seorang gentleman adalah berkomitmen penuh terhadap hubungan. Jika sudah berkomitmen menjalin hubungan dengan seseorang, maka dia akan berusaha untuk mempertahankan jalinan asmaranya. Sekali lagi, gentleman adalah seseorang dengan nilai tinggi yang tidak akan sembarangan mengobral dirinya sehingga apapun perbuatannya akan menimbulkan reaksi yang lebih daripada normal, bahkan semakin meningkatkan nilai dirinya. Ya karena itu semua adalah tentang bagaimana seorang lelaki berbuat gentle. So, tegaskan pada diri Anda sendiri, Gents, apakah ingin menjalani hubungan yang tidak terikat suatu perasaan emosional dan hanya sebatas bercinta? Atau mempunyai hubungan dengan berkomitmen penuh dan sebisa mungkin bersikap baik dan sopan pada siapapun, termasuk orang tua dan wanita yang Anda cintai?

-Raditya Nugroho