“Every man has his secret sorrows which the world knows not; and often times we call a man cold when he is only sad.”

– Henry Wadsworth Longfellow –

Bisakah Anda membedakan sedih dan depresi?

The Diagnostic and Statiscal Manual of Mental Disorders atau DSM telah membangun kriteria standar untuk membedakan antara kesedihan dan depresi secara klinis, yakni dengan mengukur psikologis suasana hati. Pada lelaki, depresi dapat menyerang sangat mendalam. Umumnya terjadi pada lelaki-lelaki berjiwa melankolis. Ada lima gejala depresi major berdasarkan kriteria yang dibuat DSM untuk Anda ketahui adalah sebagai berikut:

  • Suasana hati yang tertekan. Dapat dilihat dari kondisi seseorang yang selalu sedih, pikiran sering kosong tak memiliki fokus, dan mudah menangis.
  • Tidak berselera atau berminat melakukan aktifitas atau tertarik dengan sesuatu hal di sekitarnya. Yang ada di dalam dirinya adalah hanya dirinya.
  • Turunnya berat badan dan berkurangnya nafsu makan.
  • Dihinggapi insomnia atau hipersomnia.
  • Psikomotor dirinya berjalan sangat lambat, hingga kepekaan dan reaksinya berkurang.
  • Mudah lelah dan tidak berenergi
  • Sering menyalahkan diri sendiri, merasa di bawah tekanan, minder, dan sangat tidak percaya diri.
  • Kemampuan konsentrasinya hilang dan tidak punya inisiatif untuk melakukan apapun.
  • Punya dorongan negatif berujung kematian dengan asumsi masalahnya akan selesai dengan mengakhiri hidupnya.
  • Secara fisik, depresi mendera bagian kepala dan punggung.
-Inug Gadabima