Memecat karyawan bisa menjadi pilihan terburuk jika kinerja karyawan tersebut buruk atau perusahaan diambang badai kolaps. Namun, pilihan itu harus segera diambil untuk kelanjutan langkah ke depannya. Selalu ada konflik dalam diri kita tentang rasa kasihan tentang masa depan karyawan setelah putus kerja. Tetapi selalu harus ada alasan kuat kenapa keputusan pemecatan itu harus diambil, gents.

Pengambilan keputusan memutuskan hubungan kerja didasari oleh banyak alasan. Paling utama adalah jika karyawan melanggar peraturan perusahaan yang telah dibuat dan mengganggu keamanan dan kenyamanan kerja selanjutnya. Dalam hal ini, pihak perusahaan harus sebijak-bijaknya melakukan analisa kerja dan laporan masalah yang berkaitan dengan pemecatan karyawan. Kadang hal ini menguras emosi, kadang juga dipenuhi rasa tak enak. Objektifitas perlu agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Pemecatan paling menyakitkan adalah ketika perusahaan tengah mengalami badai kolaps. Pengurangan karyawan menjadi tak terelakkan untuk menstabilkan keuangan. Bahkan masalah finansial dari dampak pemecatan pun ada dan patut dipertimbangkan. Bagaimana semestinya Anda melakukannya? Berikut 5 tindakan yang Anda lakukan untuk hal tersebut.

1.Beri Peringatan Terlebih Dahulu

shutterstock_283556723

Hal terakhir yang Anda ingin lakukan adalah memecat seseorang hanya karena dia baru sekali melakukan kesalahan. Selain sebagai standard operating procudure, Anda juga ingin memberikan dia peringatan terlebih dahulu dan mempertimbangkan mengapa ia melakukan kesalahan tersebut. Tidak selamanya sebuah kesalahan itu terjadi karena alasan hitam dan putih. Namun jika hal tersebut memang mengancam kestabilan perusahaan Anda, maka bertindaklah secara cepat sesuai dengan kebijakan yang ada di perusahaan Anda.

2.Pastikan Sesuai Koridor Kebijakan Perusahaan

shutterstock_310757291

Jangan memecat seseorang hanya karena emosi dan pastikan kesalahannya cukup fatal dan melanggar koridor-koridor kebijakan perusahaan Anda. Kumpulkan bukti-bukti yang memang memberatkan dan menuju kepada kesalahan karyawan Anda.

3.Lakukan Tindakan  Cepat

shutterstock_288465686

Pemutusan hubungan kerja bukanlah sebuah hal yang menyenangkan. Untuk mengurangi perasaan tersebut, lakukan dengan cara yang cepat. Jika terlalu lama dibiarkan, akan membuat situasi tak menentu dan menjadikan suasana kerja menjadi tidak nyaman. Bukan semata masalah pekerjaan tetapi juga menyangkut hubungan emosional yang telah dijalin. Jangan pernah campuri keputusan yang Anda buat berdasarkan dengan hubungan pribadi dengan karyawan Anda.

4.Sampaikan Dengan Jelas

shutterstock_126648692

Sampaikan segala sesuatunya secara jelas ke karyawan Anda. Hindari penjelasan yang bertele-tele dan get straight to the point. Namun tetaplah bersikap diplomatis. Jelaskan kepada karyawan Anda apa kesalahannya dan mengapa kesalahan tersebut sayangnya harus “dihukum” dengan pemutusan hubungan kerja. Keep it professional dan jangan libatkan emosi Anda ketika menyampaikan hal tersebut. Jangan terlalu banyak menggunakan kata maaf (atau bahkan tidak usah sama sekali), sebab akan merendahkan mutlaknya keputusan tersebut. Tutup pertemuan Anda dengan menjabat tangannya untuk menjaga hubungan yang tetap baik di antara Anda berdua.

5.Sertakan Orang Yang Berkompeten

shutterstock_240660289

Ini merupakan dasar dari sikap Anda melakukan pemecatan. Menyertakan orang lain seperti orang HRD akan menguatkan kewibawaan perusahaan terhadap keputusan yang dibuat dan menjadi keputusan mutlak berdasarkan hukum perusahaan yang berlaku.

Pemutusan hubungan kerja bukan hal menyenangkan namun juga tak terelakkan ketika akhirnya harus dilakukan. Tidak pernah akan ada waktu yang ideal untuk melakukannya. Lakukan secara cepat agar masalahnya tidak menjadi berlarut-larut. Namun satu hal yang Anda dapat jaga adalah tetaplah lakukan secara manusiawi. Lihat kondisinya dan sesuaikan pendekatan Anda sebaik-baiknya, gents.

-Inug Gadabima