Gents, pindah kerja adalah hal yang lazim, dan merupakan bagian dari pilihan karir Anda. Latar-belakangnya beragam, bisa jadi Anda bosan, tak puas, merasa terlalu banyak menghadapi konflik, pertimbangan finansial, atau mungkin Anda merasa ini memang langkah tepat untuk mengembangkan karir. Ketika Anda sampai pada tahap ini, perasaan Anda tidak jarang menjadi campur baur, antara lainnya marah, sedih, ragu, atau bahkan bingung.

Memilih resign mungkin hak Anda, tapi bukan berarti Anda bisa bertindak seenaknya. Mirip dengan memutuskan pacar, ada cara-cara yang lebih classy untuk melakukannya. After all, Anda ingin tetap memiliki hubungan baik dengan perusahaan yang Anda tinggalkan kan? Coba simak beberapa langkah yang bisa Anda terapkan ketika Anda ingin resign.

Bulatkan Tekad dan Evaluasi

shutterstock_228597052

Selain tekad mengundurkan diri yang kuat, evaluasi atas performance Anda selama bekerja juga dibutuhkan. Jika Anda merasa kinerja Anda buruk dan Anda sering mendapat teguran dari atasan, pengunduran diri Anda bukan kejutan. Tetapi jika Anda berprestasi dan menghasilkan profit bagi perusahaan, maka ini bisa menjadi sebuah pukulan bagi pimpinan Anda.

Kedekatan Anda dengan pimpinan sering menjadi faktor yang kuat untuk menahan Anda di sebuah perusahaan. Anda takut mengecewakan, tetapi Anda juga tak ingin menyesal jika melewatkan kesempatan yang ditawarkan di tempat baru. Dalam hal ini, carilah waktu yang tepat untuk berbicara dengan boss Anda. Persiapkan alasan yang tepat dan rasional untuk resign, coba untuk bersikap objektif. Remember, it’s all business.

Ikuti Prosedur Perusahaan dengan Baik

shutterstock_242606185

Dalam setiap SOP, selalu tercantum pasal pengunduran diri yang harus Anda penuhi. Hargai hal itu dan lakukan dengan semestinya. Jika Anda diharuskan untuk memberi one month notice sebelum bisa hengkang, maka ikuti prosesnya. Jangan hiraukan scene film di mana pemeran utamanya dengan mudah bilang “I quit” kemudian langsung pergi esoknya. It’s the rational thing to do, Gents. Pikirkan perusahaan yang harus menyusun strategi negosiasi dengan Anda, atau segera mencari pengganti Anda, proses ini tidak bisa dilakukan overnight, kan?

Mungkin Anda berhadapan dengan aturan perusahaan yang membebani Anda dengan denda jika Anda resign sebelum masa kontrak habis. Whether you wanna pay or not, kuncinya adalah negosiasi dan diskusi dengan sabar dengan perusahaan lama Anda, atau perusahaan baru yang akan Anda tempati. Ingat, Gents, ini bukan masalah uang yang harus dibayar, tetapi komitmen Anda terhadap kontrak yang Anda setujui di awal.

Not With A Bang, But With Class

shutterstock_255699631

Tiba hari ketika boss Anda memanggil untuk membahas surat pengunduran diri yang Anda ajukan. Komunikasikan dengan tenang alasan Anda pergi, hindari konfrontasi dramatis. If you can’t be honest about it, the least you can do is be courteous.

Boss Anda mungkin akan melakukan langkah-langkah untuk mempertahankan Anda di perusahaan. Ketika ini terjadi, pertimbangkan baik-baik penawarannya dan bagaimana dampaknya terhadap rencana yang Anda miliki untuk karir Anda. Meskipun Anda sudah bertekad bulat untuk pergi, tidak peduli apapun yang ditawarkan, tetap hargai bentuk negosiasi seperti ini, karena ini merupakan itikad baik perusahaan lama Anda.

Don’t Be A Stranger

shutterstock_302480123

Hindari membicarakan hal buruk tentang perusahaan lama Anda dengan orang lain. Tetap hargai perusahaan lama Anda dengan mencantumkannya ke dalam portfolio pengalaman kerja pada CV maupun LinkedIn Anda. Biar bagaimanapun, mereka telah berperan membentuk karir Anda, in a good way or a bad way. Tetap berhubungan dengan mantan rekan-rekan kerja meski hanya via teks dalam beberapa jangka waktu usai pengunduran diri. Siapa tahu, Anda masih membutuhkan bantuan mereka di kemudian hari, and vice versa.

Mengundurkan diri dengan “sopan” dari sebuah perusahaan tidak membutuhkan terlalu banyak effort. Coba untuk meninggalkan kesan yang baik di antara pimpinan dan rekan-rekan kerja Anda. Sebagaimana sebuah hubungan diawali dengan baik, sepantasnya juga diakhiri dengan baik, kan, Gents?

-Raditya Nugroho