Banyak yang menganggap perempuan hampir mustahil dimengerti. ‘Iya’ darinya berarti ‘tidak’, ‘terserah’ berarti ‘jangan’, dan sebagainya. Sayangnya subtitle atau interpreter antargender belum tersedia. Akibatnya banyak laki-laki yang sakit kepala karena pacarnya bilang ‘terserah’ saat ditanya mau makan di mana atau perempuan yang ngambek karena pacarnya hilang sinyal setelah “ya udah, main aja sama teman-temanmu”.

Jadi di mana simpul komunikasinya?

Tidak ada cara lain untuk mengetahuinya selain bertanya. Untuk itu, kami melakukan survei mini pada sejumlah laki-laki dan perempuan dan menemukan poin-poin berikut:

“Hai. Lagi apa?”

Kacamata laki-laki:
Beside looking at her straight in the eyes, men usually come up with interesting conversation topics seperti film, musik, sambil sesekali melempar jokes. Ada juga yang dengan sengaja ngomong hal aneh supaya mendapat perhatian. Agar percakapan bisa mengalir lancar, kebanyakan laki-laki melakukan “riset” untuk mengetahui minat atau hobi perempuan incarannya. Ini salah satu caranya.

Kacamata perempuan:
Perempuan menilai berdasarkan fisik? Well, who doesn’t. Tapi ini bukan alasan utama mereka “melirik” laki-laki. Actually, they are attracted to men who can carry the conversation well and rather humorous, or witty. Dari pertanyaan ini, perempuan mulai menilai wawasan laki-laki tersebut dan nyambung tidaknya dengan mereka. Sebaliknya, rata-rata perempuan enggan dengan laki-laki sok asyik, angkuh, atau ignorant.

“Sibuk nggak? Jalan yuk.”

Kacamata laki-laki:
Makan dan nonton. These are common plans for men to take their crush out. Menikmati film indie di Kinosaurus diikuti hunting kopi susu terkini boleh dicoba. Meski terkesan standar, kencan bisa berkesan asal dikemas menyenangkan.

Kacamata perempuan:
Di ujung kalimat ini, perempuan mungkin sudah punya segudang ide aktivitas di kepala. Selain kencan “standar”, perempuan menyukai olahraga bersama, mengunjungi museum, serta ikut festival musik dan budaya. New ideas for your next date, eh?

“Are you Kendrick Lamar’s album? Because damn.”

Kacamata laki-laki:
Ketika serius mendekati, laki-laki lebih senang flirting lewat eye contact dan tindakan ketimbang secara verbal. Banyak yang menyamakan kata-kata ekstra manis dengan sugar coating. Remember, be sweet, but be original.

Kacamata perempuan:
Perempuan tidak anti dengan yang disebut “gombalan” kok, selama tidak norak atau terkesan murahan. Kuncinya, be original.

Well, men and women are not planets apart, aren’t they? Setidaknya dari poin-poin di atas. Simak kelanjutan artikel ini untuk mengintip isi pikiran mereka dalam tahap percakapan yang lebih jauh!

-Arista Prianka Putri