Mendaki gunung merupakan aktivitas positif yang cukup digemari masyarakat kita. Timbul rasa bangga ketika Anda sudah menginjakan kaki di puncaknya. Ya, mendaki gunung sudah menjadi gaya hidup sebagian orang. Namun, sadarkah Anda bahwa kita yang mengaku pecinta ataupun penikmat alam  berpotensi untuk merusaknya ?  Data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menunjukkan setiap pengunjung membuang sekitar 0,5 kilogram sampah di Gunung Semeru. Padahal, setiap hari gunung tersebut disambangi 200 hingga 500 pendaki. Artinya, di Gunung Semeru ada sekitar 250 kilogram sampah per hari. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Gunung Semeru. Sejumlah aktivis lingkungan mengatakan tumpukan sampah di taman nasional dan gunung di Indonesia menjadi panorama umum. Fenomena ini terjadi bukan tanpa alasan, meningkatnya pendaki dari tahun ke tahun memberikan efek tingginya volume sampah di area pendakian. Isu sampah ini patut untuk  kita cermati bersama karena tugas menghapus kebiasaan menjadikan gunung sebagai tempat sampah bukan hanya kewajiban petugas kebersihan atau pengelola taman nasional, melainkan kesadaran diri kita selaku pendaki yang harusnya sadar akan pentingnya green climbing mountain.  Oleh karena itu, kami telah merangkum beberapa tips mudah untuk megonservasi sampah dari area pegunungan.

Meminimalis Logistik PlastikManuvr-Adventure-min

Sampai saat ini memang belum ada larangan membawa logistik berbungkus plastik, kaleng, dan lainnya saat mendaki gunung. Tapi bukan berarti Anda bebas membawa bahan – bahan yang sulit melebur dengan tanah itu sebanyak mungkin. Alangkah bijaknya mengurangi jumlah logistik yang mencemarkan alam  dengan logistik ramah lingkungan.

Turunkan Sampah Sendiri

Biasakan dalam setiap pendakian menyediakan wadah khusus untuk menurunkan sampah sendiri dan kelompok mulai dari yang kecil seperti bungkus permen, bekas pembalut (bagi perempuan) sampai yang paling besar seperti bivak atau ponco yang robek. Wadah khusus sampah kelompok harus kuat agar ketika dibawa turun, sampah tersebut tidak tumpah atau tercecer.MountainDraft3

Gunakan Tenaga Bantuan

Bila keberatan menurunkan sampah sendiri ataupun kelompok, gunakan tenaga bantuan khusus untuk menurunkannya. Misalkan menyewa jasa porter khusus mengangkat logistik dan menurunkan semua sampahnya. Tentu butuh biaya tambahan untuk itu.

Briefing Sadar Konservasi

Pimpinan pendakian kelompok kecil maupun massal yang diorganisir oleh organisasi pecinta alam maupun komunitas, harus memberikan briefing sadar konservasi kepada seluruh pesertanya dan mewajibkan setiap peserta menjaga kelestarian gunung, minimal dengan menurunkan sampah sendiri.

Tidak Bakar Sampah di Gunung

MountainDraft2Selain merusak dan meninggalkan bekas yang tak sedap dipandang mata, membakar sampah di gunung juga rawan kebakaran hutan. Hal ini kerap terjadi di beberapa gunung. Hindari membuang puntung rokok di semak belukar terlebih pada musim kemarau. Jalan terbaik, bawalah turun sampah sekecil apapun. Pemahaman tentang green climbing mountain penting untuk disebarluaskan kepada pendaki pemula maupun kelompok pecinta alam melalui milis, jejaring sosial, diskusi, pendidikan dasar pecinta alam di sekolah, kampus, dan lainnya. Tanamkanlah kesadaran bahwa hutan, gunung, dan isinya adalah harta tak ternilai, investasi masa depan untuk kehidupan generasi berikutnya.

-Raditya Nugroho