“Surely only boring people went in for conversations consisting of questions and answers. The art of true conversation consisted in the play of minds.” Ved Mehta

Meski Anda bukan ahli membaca gelagat tubuh, dalam percakapan formil hal ini penting untuk diketahui. Sebab akan mempengaruhi kualitas percakapan atau goal yang hendak dicapai. Membaca gelagat dalam percakapan bukan barang baru dan sikap seseorang dapat diketahui secara langsung suka atau tidaknya bercakap-cakap dengan Anda. Jika hal demikian Anda ketahui, maka langkah selanjutnya adalah keputusan Anda.

Mata Adalah Jendela Hati

shutterstock_160661273

Tak ada yang bisa disembunyikan dari sorot mata seseorang. Ia dapat menunjukkan rasa simpatiknya dan bahkan rasa takutnya. Dalam pembicaraan, bertatapan masih merupakan cara yang ampuh untuk mengetahui seseorang berminat dengan isi pembicaraan atau tidak. Bahkan dapat mengetahui apakah lawan bicara Anda berbicara jujur atau bohong. Meski hal ini butuh pengetahuan tersendiri, tanda-tanda yang nampak dari mata adalah gerakan bola matanya. Mata melirik ke kanan atas, ia sedang menyusun kata. Mata melirik ke kiri atas, maka ia tengah berpikir. Mata melirik ke kiri bawah, maka ia tengah mengambil ingatan dari pengalaman sebelumnya. Mata melirik ke kanan bawah, terkait dengan mengingat-ingat hubungan dirinya dengan seseorang. Jika mata melirik ke samping kiri atau kanan, maka dirinya tengah memikirkan hal-hal untuk menutupi pembicaraannya.

Ekspresi Wajah Atau Mimik Wajah

shutterstock_252337999

Wajah yang ditampilkan saat pembicaraan berlangsung, terkait dengan suasana hati yang dirasakannya. Wajah sangat ekspresif menggambarkan situasi pembicaraan dan content-content yang disampaikannya. Ketika lubang hidung melebar dan kembang kempis, menggigit bibir, berkedip cepat sambil menarik nafas dalam-dalam, maka ia siap melontarkan hal yang tak jujur pada Anda. Cara tersenyum pun bisa mengetahui kejujurannya. Caranya adalah lihat bagaimana ia tersenyum lepas atau tersenyum terpaksa. Senyum terpaksa terlihat seperti menyeringai dan itu tanda dirinya tak jujur pada pembicaraannya.

Cara bicara pun menentukan keseriusan dan ketidakseriusan dirinya dengan lawan bicaranya. Jika pola nafas berlangsung normal, maka ia berpikir runtun berdasarkan fakta. Namun ketika pola nafasnya berubah-ubah, bernafas cepat atau lambat, ia sedang mengatur situasi dirinya dalam mengutarakan kata-kata yang tidak sesuai dengan faktanya.

Gesture Atau Bahasa Tubuh

shutterstock_128623412

Ketenangan dan kegelisahan saat percakapan bisa ditunjukkan oleh tubuh. Meremas kedua tangan atau mengelus wajah kala berbicara menunjukkan ia sedang cemas, tak nyaman, atau berusaha menutupi cerita sebenarnya. Gerakan kaki yang digoyang-goyang keluar ke dalam, menunjukkan rasa rileksnya. Tetapi jika ia kakinya digoyang semirip kaki orang menjahit, tanda dirinya tergesa-gesa untuk berbicara atau ingin segera mengakhiri percakapan.

Sering menyentuh bagian tubuh tertentu seperti wajah, bibir, dan leher adalah petunjuk dirinya sedang gelisah dan tak tenang karena situasi hatinya.

Memalingkan Wajah dan Mengalihkan Pembicaraan

shutterstock_162886226

Ini merupakan cara paling mudah terlihat dalam setiap pembicaraan. Dalam pertanyaan sulit, membuang wajah atau memalingkan muka ditujukan untuk menghindari tatapan lawan bicara yang seolah-olah dirasakan seperti menghakimi. Sekaligus pula mencari jawaban yang diingatnya atau sekenanya.

Begitupula yang terjadi saat ia mengalihkan pembicaraan, ada dua kemungkinan yang terjadi: tak tertarik dengan pembicaraan sebelumnya atau sedang mengalihkan diri dengan jawaban sekedarnya. Jika ditemui ia menghela nafas panjang saat mengalihkan perhatian, maka dirinya menganggap sukses aksinya tersebut.

-Inug Gadabima