“I’ve felt alone, cold, and clothed in shame for too long. Let the sunlight be my blanket, wardrobe, and toilet paper.” – Jarod Kintz

Rutinitas kerja dan busana yang akan dikenakan pada saat kerja, sangat menentukan bagi penampilan profesional Anda. Terlebih itu merupakan gaya dan performa yang hendak Anda tampilkan. Jika jas dan dasi adalah identifikasi busana kerja Anda, toh ada pula yang enjoy menggunakan Polo Shirt dan jeans. Lingkungan kerja menentukan apa yang Anda kenakan. Tetapi juga apa yang Anda kenakan akan mempengaruhi lingkungan kerja Anda.

Pakaian yang harus berganti tiap harinya, serta busana favorit yang acapkali sering dikenakan, hingga terkadang penggunaannya terlalu dekat dari hari satu ke hari lainnya, membuat Anda terkesan nampak miskin busana. Maka, bangunlah wardrobe Anda dari sekarang.

Cara membangun wardrobe Anda tidak harus mahal atau boros. Paling penting, minimal Anda telah memiliki busana andalan dalam 10 hari. Atur penggunaannya secara berkala atau berdasarkan kebutuhan waktu. Misalkan pada hari Senin hingga Rabu, kesan busana formil harus dikenakan semisal jas dan dasi, atau kemeja dengan balutan jas, atau kemeja singel dengan paduan celana bahan. Pada hari Kamis dan Jumat, bisa mengenakan busana Polo Shirt atau kaos berkerah lainnya. Di Indonesia, ada tradisi Jumat untuk mengenakan busana batik. Maka kenakanlah.

Dalam 10 hari kerja, komposisi ideal wardrobe yang harus Anda miliki mulai harus ditetapkan. Ini agar performa Anda tidak terganggu oleh cara pandang orang sekitar atau mengomentari performa Anda karena wardrobe yang Anda kenakan buruk dan monoton. Dan juga sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaan Anda atau orang-orang di sekitar Anda.

Buat Budget

shutterstock_82803304

Busana yang dimiliki tidak harus mahal. Ini dialami oleh seorang profesional di bidang asuransi bernama Tanto Kristanto. Ketika ia harus memenuhi persyaratan penampilan di perusahaannya untuk berkemeja, maka ia menabung untuk membelanjakan kemejanya secara berkala. Awalnya ia membeli tiga buah setiap bulan. Sasaran berbelanjanya tidak harus di tenant ternama di mall. Ia bahkan membeli barang reject dari produk ternama dengan harga jauh lebih murah. Ia hanya harus teliti memilih jenis kerusakan dari barang tersebut. Yang terpenting, kerusakannya bukan yang mudah terlihat alias tersembunyi. Jika barang bagusnya berharga Rp 400.000, maka membeli barang reject dari kualitas bahan yang sama, ia hanya merogoh kocek 50% – 70% dari harga tersebut. Barang reject produk ternama umumnya menurun jauh dari harga normal dikarenakan gagal produksi atau barang sortiran karena cacad produksi. Sobekan kecil saja sudah dianggap tak layak jual. Maka produsen menjualnya dalam bentuk barang reject.

Untuk budget yang akan ditetapkannya, ia menetapkan 10% dari gajinya untuk berbelanja selama tiga bulan berturut-turut. Ia memadukan daftar belanja kemejanya dari merek ternama hingga merek medium. Setelah wardrobe-nya terpenuhi selama tiga bulan, maka ia akan berhenti belanja kemeja selama tiga bulan ke depan.

Mengetahui produk-produk yang tengah diskon, tidak sulit lagi. Cukup browsing mencari keberadaan produk diskon di mall-mall ternama atau bahkan bisa melihat dari toko online yang menawarkan ragam barang bagus namun berharga kompetitif.

Essentials

shutterstock_274732748

Ergonomi dan kepraktisan menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan. Ini dialami oleh Dhoni Kusmanhadji, pembawa berita English News Service TVRI. Saat siaran, ia mengenakan jas dan dasi untuk memunculkan kesan formil dan kredibel. Personifikasinya ditampilkan sebaik mungkin sebagai pembawa berita yang membawa pemirsanya larut dalam runtun berita yang disampaikannya. Penggunaan jas tersebut dikarenakan pemirsanya terdiri dari kalangan ekspatriat yang mengidentikkan jas sebagai busana formil. Bagi mereka, jas merupakan busana simpel, tak seperti kita yang menganggapnya berat.

Di luar siaran, ia hanya mengenakan kemeja sebagai dalaman jas saat siaran. Kesan formil yang familiar kita kenal pun menjadi persona. Ini yang disebut essential, kenakan jika memang itu penting dilakukan dan lepaskan jika tak penting untuk dilakukan.  

Mulailah Mengenal Jasa Penjahit

shutterstock_147651662

Berbeda dari yang ada. Ini yang akan dihasilkan jika Anda mulai mengenakan jasa penjahit. Caranya adalah, membeli bahan kain terbaik yang Anda inginkan dan sertakan contoh model busana yang Anda harapkan. Datangi penjahit ternama yang telah Anda pilih dari segi kualitas dan harga. Ini bisa murah atau malah mahal, tergantung yang akan Anda inginkan. Misalkan saja harga kain per 2 meter berharga Rp 60.000 dan jasa jahit Rp 100.000, maka Anda akan merogoh kocek total Rp 160.000. Kualitas akan menyetarakan hasil jahitan Anda senilai dengan produk seharga Rp 300.000.

Pakaian yang menggunakan jasa penjahit, akan berbeda hasilnya dengan pakaian jadi yang telah dilabeli merk. Bisa setara atau malah lebih bagus. Buatlah penampilan berbeda Anda. Dengan menjahit sendiri, setidaknya pakaian Anda bukan pakaian kebanyakan. Dan model-model yang dibuat pun jauh lebih kreatif.

Pikirkan Wardrobe Room Anda

 shutterstock_50243707

Belanja pakaian secara berkala sudah dilakukan. Jasa penjahit sudah masuk daftar. Kini tinggal bagaimana Anda memilah dan menyimpan wardrobe Anda dalam satu tempat. Pilah pakaian kerja dan pakaian harian. Tempatkan pada lemari atau ruang penyimpanan yang aman dari kerusakan. Jadikan wardrobe Anda aset sekaligus investasi yang bersifat cair. Jika Anda enggan mengenakannya, jualah untuk menggantikannya dengan yang baru. Seseorang yang punya selera berpakaian yang baik, umumnya akan diminati koleksinya.  

-Inug Gadabima