Kita semua pasti pernah mengalami momen di mana kita tidak memberikan kesan pertama yang baik. Kejadian tersebut memang menyebalkan dan kadang sulit untuk memperbaikinya. Terlebih jika momen tersebut merupakan saat Anda ingin melanjutkan hubungan tersebut ke tahap selanjutnya.

Sebuah situasi yang cukup sering terjadi adalah ketika Anda dating pertama kali dengan seorang wanita dan Anda menyelipkan humor yang terlalu sarkas atau menyinggungnya. Kami jamin pertemuan tersebut akan menjadi awkward sampai saatnya Anda mengantarkan dia pulang. Anda dipenuhi rasa sesal telah melakukan kesalahan dan dia juga mendapatkan kesan pertama yang tidak terlalu baik tentang Anda.

Gents, it’s okay to make mistakes. Seperti pepatah yang populer, “To err is human.”  Namun kesan pertama yang buruk memang sulit untuk diperbaiki. Jangan takut dan berputus asa terlebih dahulu, karena sebenarnya kesan pertama masih dapat Anda perbaiki. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

Putuskan secepatnya apakah Anda ingin mengambil tindakan atau tidak

shutterstock_327451433 (1)

Pelatih Leadership ternama Dr. Dave Stachowiak memahami kesalahan yang terjadi pada kesan pertama. “Terkadang orang ingin memberikan kesan pertama yang sempurna hingga justru terjadi kesalahan. Pada dasarnya kita semua berpotensi membuat kesalahan pada kesan pertama. Ini sifat dari kelalaian manusia.” Anda dapat memperbaiki kesan pertama yang buruk dengan bertindak secara cepat atau abaikan jika hal tersebut Anda anggap tidak akan menjadi masalah selanjutnya bagi Anda.

Minta Maaflah Secepatnya

shutterstock_162030899

Perlu diingat, kesan pertama terbentuk dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari yang kita sadari. Ini berdasarkan penelitian yang menunjukkan bahwa tiap kali terjadi kontak baru, kita banyak mendapatkan penilaian baik dari bahasa tubuh, hingga tutur kata kita. Menurut ahli bahasa tubuh Patti Wood, kesan pertama yang berlangsung cepat, reaksinya pun harus cepat. Sekali Anda memutuskan untuk memperbaiki kesan pertama yang buruk, maka lakukan secepatnya.

Pendekatan paling cepat dan tepat adalah sesegera mungkin meminta maaf. Meski terkesan klise, namun banyak pertimbangan atau ego kita sendiri yang menghalangi kita untuk  untuk meminta maaf. Buang ego dan keangkuhan Anda secepat mungkin jika Anda masih ingin memperbaiki keadaan. Jika masih sulit untuk meminta maaf, lakukan tindakan dengan melibatkan opini orang lain untuk menguatkan rasa bersalah Anda.

Minta Maaflah Seperti Gelombang Ombak Laut

shutterstock_214607506

Meminta maaf berlebihan mungkin bukan pula cara yang tepat. Anda harus meyakinkan dia bahwa Anda benar-benar mengakui kesalahan Anda. Kesabaran yang ekstra dibutuhkan agar Anda pada akhirnya dimaafkan oleh dia. Atau buat permintaan maaf yang kreatif hingga pesan yang dikirim, sampai. Mungkin ini ide gila. Lebih gila lagi karena Anda telah mengacaukan kesan pertama. But it’s worth the try.

Tinggalkan Permintaan Maaf, Biarkan Waktu Yang Bicara

shutterstock_138495506

Dalam kurun waktu pertama, permintaan maaf Anda mungkin diabaikan. Berikan pesan beberapa kali lagi hingga Anda benar-benar tuntas mencurahkan permintaan maaf. Biarkan waktu yang berbicara, dan hati lawan bicara Anda yang bertindak. Kata maaf mungkin terkesan remeh tetapi mengandung makna besar di tiap hati orang. Mentor bisnis bernama Kevin Waldron menjelaskan, ungkapan permintaan maaf bisa berbentuk berbagai macam kalimatnya: langsung dan tak langsung. Langsung berarti mengungkapkan penyesalan Anda. Tak langsung, berarti memberikan penambahan alasan lainnya terkait dengan kerendah-hatian. Mungkin Anda dapat mengatakan sesuatu seperti, “Mohon maaf, cara bercanda saya terlalu kasar buat kamu. Dan maaf apabila hal tersebut menyinggung perasaan kamu”.  Keep it simple and concise.

Apabila Anda telah mengaku salah dan telah mengutarakan hal tersebut padanya. Pastikan bahwa pertemuan dengannya akan berlangsung rutin atau sesering mungkin. Rubah diri Anda yang dia benci dan buat persepsi baru yang akan diterima olehnya. Hal-hal tersebut tidak mudah, tetapi Anda masih ada ruang dan waktu yang dapat dimanfaatkan untuk merubah keadaan yang sebelumnya terlanjur rusak menjadi membaik. Istilah klasiknya,:” Withing Tresno Jalaran Soko Kulino”. “Seringnya bertemu akhirnya tumbuh rasa sayang.” 

-Inug Gadabima