Pernah bercita-cita jadi Kopassus di masa kecil? Welcome to the club. Dengan kemampuan bertahan dan bertempur di segala situasi, Kopassus bisa dianggap sebagai pasukan elit atau Navy SEAL-nya Indonesia.

Mereka yang bergabung sebagai Korps Pasukan Khusus atau Kopassus telah melewati seleksi dan pendidikan militer yang ketat. Dalam tiap operasi, Kopassus berperan sebagai unit kecil yang solid dan bertugas meminimalisir perang terbuka. Koordinasi dengan pihak internal maupun eksternal, perencanaan yang matang, dan loyalitas atau esprit de corps jadi kunci keberhasilan Kopassus. Salah satunya dalam Operasi Woyla, operasi pembebasan sandera penumpang Garuda DC-9 Woyla tahun 1981 dari tangan teroris.

Tidak beda jauh dari dunia kerja, bukan? Dunia kerja adalah “medan laga”, meski dengan target dan tujuan akhir yang berbeda dibanding Kopassus.

Tiru semangat Kopassus ini, gunakan untuk memenangkan “pertempuran” di dunia kerja:

Tetapkan prioritas dan struktur
Dalam tiap operasi, ada prioritas dan rantai komando yang harus dipegang teguh oleh pasukan Kopassus. Dalam dunia kerja, Anda dituntut multitasking. Menetapkan prioritas dan tahu dengan siapa yang bisa menjadi rekan kerja sama dan supervisor Anda akan sangat menentukan apakah “operasi khusus” berbentuk deadline bisa terselesaikan dengan rapi.

Strategi yang result-oriented
Perlu strategi yang efektif untuk mencapai prioritas atau tujuan. Susun Standard Operation Procedures, evaluasi rutin, beradaptasi, bahkan berimprovisasi jadi cara agar jika terjadi kesalahan, Anda bisa segera bounce back mencari solusi tepat dan tidak menghabiskan sumber daya atau man hour yang tak perlu .

Delegasi dan koordinasi dengan pihak yang kompeten
Setelah strategi disusun, Kopassus akan membuat daftar pihak-pihak yang berkompeten terkait penyelesaian operasi. Hal yang sama juga berlaku di pekerjaan. Misalnya setelah memenangkan pitching. Segera kenali siapa saja yang kompeten, punya kapasitas, segera atur “rantai komando” atau workflow agar memudahkan koordinasi antar pihak yang terlibat.

Terakhir, ingat esprit de corps. Anda tak bekerja sendiri. There is no “I” in teamwork. Kegagalan dan keberhasilan adalah hasil bersama.

-Inug Gadabima