“Achievement. Just another skill of a ninja.” – Jarius Raphel

Menjadi pionir bisa berarti tahap awal dari tahapan selanjutnya yakni mempertahankan keberlangsungan usaha. Jika produk yang dihasilkannya booming, maka bersiaplah untuk kedatangan kompetitor. Dalam dunia pasar, persaingan menjadi penting untuk meningkatkan kualitas dan kelangsungan produk. Bisnis bukan tempatnya orang ber-leha-leha atau duduk manis di tampuk kesuksesan, tetapi tempat kreativitas dan ide banyak lahir untuk mempertahankan usaha agar terus berjalan. Berbagai strategi dan analisa menjadi senjata ampuh untuk melakukan positioning dalam persaingan.

Filosofi ninja adalah meraih hasil maksimal dengan tenaga minimum. Ini mirip dengan prinsip ekonomi, mengeluarkan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya. Jika ninja banyak melakukan muslihat dan taktik untuk menghindari konfrontasi langsung, strategi dan analisa pesaing pun bertindak sama, menganalisa kekuatan dan kelemahan tanpa diketahui oleh pesaing.

Lahirnya Ninja

shutterstock_116661295

Tahun 522 mencatat kemunculan ninja yang awalnya dikembangkan oleh para pendeta yang sekaligus informan bagi pemerintah yang berkuasa saat itu. Muncul kemudian seni nonuse atau seni bertindak diam-diam yang ditujukan untuk memantau situasi dan kondisi pada masa itu yang berdampak ancaman pada wibawa pemerintahan.

Di periode tahun 794-1192, pemerintahan di Jepang dipengaruhi oleh situasi lahirnya kelas-kelas sosial baru berdasarkan kekayaan seseorang. Satu sama lainnya saling bertarung untuk memperebutkan kekuasaan. Peran samurai punya andil besar dalam melindungi para tuannya yakni para kelas sosial berdasarkan kekayaan tersebut. Scouting atau pemantauan merupakan taktik yang dibutuhkan pula oleh para orang kaya tersebut terhadap pesaingnya untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan lawan sebagai upaya mengambil keputusan ofensif atau defensif. Ninja kebagian peran ini dengan seni nonuse-nya.

Di abad 16, ninja melahirkan klan atau keluarga. Profesinya terkait intelijen tingkat tinggi di pemerintahan feodal Jepang. Klan-klan tersebut melahirkan ilmu beladiri ninja yang rahasia di lingkungannya masing-masing yang dikenal dengan nama ninjitsu, meliputi enam filsafat keilmuan: fudhosin, spionase, taktik perang komando, tenaga dalam, tenaga supranatural, dan bela diri.

Akar seni bertempur ninja diilhami dari seni perang ala Sun Tzu (544-496 SM). Dalam salah-satu bab yang mengilhami ideologi ninja di catatan Sun Tzu adalah anjuran para jenderal perang memanfaatkan mata-mata dan metode praktis untuk melakukan tipu-muslihat, kebingungan, dan sabotase. Dalam samurai, tindakan ini berlawanan karena jauh memilih perang terhormat satu lawan satu.

Strategi Ala Ninja

Ada empat tingkat persaingan di pasaran berdasarkan tingkat subtitusi produk yakni:

  1. Persaingan merek/brand;
  2. persaingan industri; persaingan bentuk; dan
  3. persaingan generik.

Persaingan merek terjadi jika kompetitor menawarkan jasa serupa dengan harga yang sama terhadap konsumen yang sama. Persaingan industri terjadi jika kompetitor dianggap memiliki kelas produk yang sama. Persaingan bentuk terjadi jika pesaing dianggap sebagai perusahaan yang memproduksi jasa atau produk yang sama. Dan persaingan generik timbul jika pesaing dianggap memiliki target market yang sama.

Tujuan dari analisa pesaing adalah untuk:

  1. Memahami pentingnya arti perubahan;
  2. Mengetahui profil dari pesaing;
  3. Mengidentifikasi pesaing;
  4. Menentukan sasaran pesaing dan menghadapi strategi menghadapinya;
  5. Mengidentifikasikan strategi yang dibuat pesaing;
  6. Menganalisis kekuatan dan kelemahan pesaing;
  7. Mengidentifikasi reaksi pesaing terhadap strategi ofensif maupun denfensif kita; dan
  8. Merencanakan strategi menghadapi pesaing.

Strategi ninja dalam analisa persaingan lebih dekat dengan teknik spionase yang dimilikinya. Teknik-teknik ninja yang related dengan analisa pesaing antara lain:

  1. Teknik Riset: Hukum kausalitas (sebab akibat) selalu menjadi mindset para spionase untuk bertindak. Ninja memiliki itu dan menjadikannya sebagai action plan dirinya melakukan sesuatu hal. Teknik riset ninja digunakan untuk membaca trend secara probabilitas dan random. Jika ditemukan satu masalah yang terkait dengan ancaman terhadap klan atau orang yang dilindunginya, maka ia akan mengantisipasi dengan merancang strategi tertentu.
  1. Teknik Trik: Rencana yang akurat disusun berdasarkan informasi yang akurat pula. Analisa dibuat seobyektif mungkin untuk meminimalkan kesalahan dan mempersempit celah ketidaktahuan yang kurang diantipasi. Misalnya ia membuat strategi perang, ninja mengumpulkan data secara menyeluruh dari profil pimpinan perang lawan hingga status kekuatan lawan untuk dicari titik terlemahnya.
  1. Teknik Yamabiko: Informasi akurat yang didapat tidak sama dengan informasi yang disebarkan kepada lawan. Ninja sanggup membuat informasi fiktif yang bisa dipercaya lawan. Yamabiko adalah istilah untuk gema atau feedback dari pihak musuh tentang informasi fiktif yang disebarkannya. Jika hal tersebut diyakini musuhnya, maka di situ letak kemenangannya.
  1. Teknik Penyebaran Markas Besar: Ini cara untuk menggali informasi lebih komperehensif dan terpercaya. Di dalam teknik ini ada istilah kuil Shinto atau kuil Budha. Maksudnya adalah pencarian profil seseorang dilahirkan, karena kuil mengurus pencatatan penduduk. Dari situ dimulai penelusuran ke berbagai tempat yang berhubungan dengan profil target, dari orangtua, saudara, hingga jaringan kerabatnya. Target yang sudah diidentifikasikan tersebut dapat diserang kapan pun juga jika telah diperintahkan.
  1. Teknik Penyamaran: Ninja dapat hidup berpindah-pindah dengan klan-nya. Ini karena untuk menghindari bahaya yang mengancam akibat serangan musuh. Maka ninja mempersiapkan diri membangun base-base di berbagai tempat. Kehilangan satu base akan tergantikan dengan base lainnya. Kebangkitan kembali mudah dilakukan dengan cara ini.
  1. Teknik Shokoku Henka: Di masa damai, ninja masih terus bekerja mengumpulkan informasi dengan cara berbaur dengan masyarakat tempat operasi pencarian informasinya berlangsung. Intuisinya terasah dengan kecurigaan, terlebih ketika di masa tersebut satu sama lainnya terkadang diam-diam melakukan perang dingin. Teknik penyamaran ninja dibekali dengan pengetahuan demografi dan perubahan masyarakat, geografi, ekonomi, topografi, yang terangkum dalam strategi militernya.

Persaingan selalu mengaktifkan panca indera untuk melihat berbagai hal dari gerak-gerik lawan. Teknik ninja yang diterapkan dalam dunia usaha layaknya mencermati pergerakan lawan untuk tindakan antisipasi yang akan diambil. Semoga bermanfaat.

-Inug Gadabima