Sebagai seorang gentleman di abad 21, tentu Anda sudah mengetahui adanya pergeseran paham dalam konsep kesetaraan gender. Isu ini bukan lagi sesuatu yang dicetuskan dan dijalankan hanya oleh wanita, tapi juga sebuah perbincangan yang melibatkan Anda sebagai penggeraknya.

Mungkin “pergeseran paham” bukan istilah yang tepat, karena by definition, dunia dengan kesetaraan gender adalah dunia di mana wanita dan pria memperoleh kesempatan dan hak yang sama sebagai manusia. At this new age of gender equality, Anda disadarkan kembali atas andil yang Anda miliki dalam isu ini.

Arti Kesetaraan Gender Bagi Seorang Gentleman

Jika Anda masih menganggap kesetaraan gender sebagai sebuah ancaman bagi kaum pria, mungkin Anda harus belajar lagi. Diksriminasi dan ketidakadilan struktural tidak hanya terjadi terhadap wanita, tapi juga pria. Ingat kapan terakhir kali Anda harus menyembunyikan sisi sensitif Anda karena Anda takut akan dianggap lemah sebagai pria? Ingat kenapa Anda tidak bisa mengutarakan masalah Anda kepada pasangan Anda karena Anda takut dianggap tidak mampu memecahkannya sendiri? Anda juga mungkin sering melihat seorang pria tidak bisa menjalani profesi yang dicintainya, karena profesi tersebut dianggap profesi untuk wanita.

Kesetaraan gender bukan hanya berarti menguatkan kembali posisi wanita dalam tatanan sosial, tapi juga medefinisikan ulang posisi pria dalam struktur yang sama. Seorang wanita tidak harus selalu menjadi follower jika ingin dipandang oleh rekan kerjanya. Posisi Anda sebagai seorang pria pun tidak lagi didefinisikan oleh dominasi Anda, melainkan oleh kemampuan dan keterampilan Anda dalam bekerja, berdampingan dengan rekan kerja wanita.

Kesetaraan gender di lingkungan kerja mulai diperhatikan, and now, we realize that fighting for gender equality isn’t just the right thing to do, it’s the smart thing to do. Gents, tahukah Anda, menurut Forbes, perusahaan-perusahaan yang memiliki lebih banyak manager wanita mampu memberikan 34% lebih banyak keuntungan bagi para pemegang sahamnya? Tahukah Anda, jika kita memberikan akses dan fasilitas yang sama untuk petani wanita dan pria, kita bisa mengurangi angka kelaparan di dunia hingga 150juta jiwa? Wanita bukan satu-satunya pihak yang diuntungkan dengan adanya kesetaraan gender. Malah, kita semua semakin menyadari adanya kebutuhan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi masing-masing gender untuk bersama membangun masyarakat yang lebih baik.

Apa yang Bisa Anda Lakukan?

Keberhasilan dari gerakan-gerakan besar selalu dimulai dari sesuatu yang sederhana, diri Anda sendiri. Tapi jangan salah, memperjuangkan kesetaraan gender bukan berarti Anda berhenti membukakan pintu untuk pasangan Anda. Contrary to popular belief, gerakan ini bukan hanya berhubungan dengan chivalry. Gender equality is about respect, empowerment, and freedom. Gents, pikirkan kembali apakah Anda sudah memberikan dukungan yang tepat agar pasangan Anda mampu meraih posisi yang dia inginkan dalam pekerjaan. Apakah Anda mau berdiskusi secara leluasa, tanpa mempertimbangkan stereotip gender, mengenai peran Anda dalam profesi, rumah tangga, dan masyarakat? Apakah Anda sudah berani menjadi diri Anda sendiri dalam sebuah hubungan, dan sebaliknya membiarkan pasangan Anda menjadi apa yang mereka mau?

Jadi, daripada memusingkan siapa yang harus masak malam ini atau siapa yang harus bayar tiket nonton weekend nanti, pikirkan bagaimana Anda bisa memberikan pemahaman untuk pasangan, saudara perempuan, atau bahkan ibu Anda, that all of you are free to grow. Mereka bebas menentukan peran mereka dalam hidup mereka sendiri, dan Anda pun demikian. Ingat sebuah pepatah yang mengatakan, “Di balik seorang pria hebat, ada seorang wanita yang membuatnya hebat,”? It will change, because that great woman, is now standing beside you, growing with you as a partner in equality. Gents, this fight for gender equality is our fight, too. If we don’t start now, when?

-Raditya Nugroho