“Manners maketh man.” – Agent Galahad, Kingsman

Gents, masih ingatkah nasehat orang tua kita ketika kita kecil untuk berbicara dengan lembut kepada seorang wanita? Atau adegan-adegan di film hitam putih zaman dulu ketika seorang pria meletakkan blazernya di atas genangan air sebelum dilewati oleh pasangannya? Aneh memang kalau kita mengaitkan hal tersebut dengan kondisi zaman sekarang.

Berbeda dengan zaman dulu, wanita sekarang lebih mandiri, hal tersebut juga tidak lepas dari kemauan mereka sendiri untuk menjadi lebih mandiri. Terinspirasi dari perjuangan Kartini, Cut Nyak Dien, dan banyak pahlawan wanita lainnya, hampir semua wanita sekarang mengecap diri mereka dengan sikap, “Saya mandiri, saya tidak butuh pria untuk membantu saya.”

Sebagai seorang gentleman, kita harus mendukung hal tersebut. Tapi di sisi lain, apakah memang dengan menjadi mandiri lalu seorang pria tidak perlu berlaku santun terhadap seorang wanita? Apakah chivalry, sikap ke-ksatria-an dan santun terhadap wanita di sekitar kita hanya berakhir menjadi suatu paham yang kita anggap kolot?

Jawaban tiap orang pasti akan berbeda-beda. Namun ingat kutipan di atas? “Manners maketh man.”

Sikap santun Anda lah yang mendefinisikan siapa diri Anda.

Mungkin memang ada sikap dan perilaku yang dahulu dianggap normal, tetapi apabila dilakukan sekarang akan terlihat berlebihan atau bahkan akan menyinggung wanita tersebut. Hal-hal seremeh membukakan pintu bagi pasangan Anda mungkin sudah tidak terlalu berdampak sekarang ini.

And maybe that’s true. Tapi, pernahkah terlintas di pikiran Anda sebagai seorang pria bahwa ada hal-hal yang kita dapat lakukan yang akan dihargai oleh seorang wanita? Berikut 3 contoh hal yang dapat Anda lakukan:

Antar rekan kerja wanita Anda pulang apabila sudah terlalu larut

Dengan tingkat kejahatan yang semakin tinggi, akan lebih baik apabila Anda dapat memastikan bahwa teman Anda selamat sampai di rumah. Walaupun dia membawa kendaraan sendiri, Anda dapat mengawalnya dari belakang. Tidak perlu sampai ke depan rumahnya, tapi setidaknya sampai ke area yang aman atau sudah dekat dengan rumahnya.

Menawarkan untuk tinggal di rumah menjaga anak-anak sementara dia pergi ke spa

Apabila jadwalnya sehari-hari hanya mengurus si kecil sebagai seorang ibu rumah tangga, pasti dia akan lebih menghargai Anda apabila Anda memutuskan untuk membiarkan dia menikmati satu hari dengan dirinya sendiri. Entah itu dengan pergi ke spa atau mungkin hang out dengan teman-temannya yang dia jarang temui.

Dengarkan pendapatnya dan dukung keputusannya

This is the most important part. Karena baik itu di lingkungan kerja, pertemanan maupun dengan pasangan Anda, selalu dengarkan apa pendapatnya dan hindari memutuskan segala sesuatu secara sepihak. Apabila dia memutuskan sesuatu, if it makes sense, maka dukunglah dia selama menjalani keputusan tersebut, baik itu berhubungan dengan karirnya atau dengan kehidupan sosialnya. Dengan mendengarkan pendapatnya, Anda juga secara langsung mendukung gender equality.

Last but not least, apabila Anda pernah mendengar kutipan, “Di balik kesuksesan seorang pria, ada sosok wanita yang yang kuat dan bijaksana,” maka kami di Manuvr percaya bahwa, “Di balik seorang wanita yang sukses, ada sosok pria yang basah kuyup karena ia merelakan payungnya dipakai.”

Kami tidak bilang bahwa ini cocok bagi semua orang. Mungkin Anda tidak ingin basah kuyup dan lebih memilih untuk membukakan pintu mobil bagi pasangan Anda. Tapi, pada akhirnya, tidak ada salahnya untuk memulai kan, Gents?

-Andra Maulana